Malang, IDN Times - Warga Kota Malang belakangan banyak mengeluh di media sosial terkait sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. Mereka mengatakan jika BBM bersubsidi di beberapa SPBU kosong, dana kalaupun ada akan terjadi antrian yang panjang.
Warga Malang Sulit Cari Pertalite dan Solar, Begini Respon Pertamina

1. Warga Kota Malang mengeluhkan sulitnya mencari Pertalite
Bambang (35) warga Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang membenarkan jika sejumlah SPBU di Kota Malang kehabisan stok BBM jenis Pertalite. Ia bahkan sampai harus berkendara sejauh 5 kilometer untuk mendapatkan BBM di SPBU Jalan Ciliwung, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
"Untungnya di sini (SPBU Ciliwung) masih ada, tapi antriannya ya lumayan panjang. Tapi gak apa lah, daripada tidak ada mending sabar dulu," terangnya pada Selasa (8/9/2026).
Bambang mengungkapkan jika sudah sejak 3 minggu terakhir ia kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite. Tapi puncaknya sejak 1 September 2026 banyak SPBU di Kota Malang kehabisan stok Pertalite. "Sebelum-sebelumnya ya cuma antri aja, tapi belakangan ini malah banyak yang kosong (Pertalite), jadi harus cek beberapa SPBU mana yang masih ada," sambungnya.
2. Pertamina ungkap alasan Pertalite dan Solar di Kota Malang cepat habis
Sales Branch Manager Pertamina Fuel 1 Malang, Imam Rizki membenarkan jika memang stok BBM jenis Pertalite dan Solar di Kota Malang banyak yang kosong di beberapa SPBU. Menurutnya, ini disebabkan meningkatnya konsumsi BBM jenis Pertalite dan Solar di wilayah Kota Malang.
"Kebetulan di bulan Agustus ini memang masyarakat banyak kegiatan dan ini momennya pas lagi anak-anak kuliah pada masuk di Agustus ini. Sehingga dari sisi roda dua itu meningkat kebutuhannya," bebernya.
Selain itu, kenaikan harga BBM Non-subsidi menyebabkan masyarakat mulai beralih membeli BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Kondisi inilah yang menyebabkan antrean pembelian Pertalite dan Solar di wilayah Malang Raya.
"Jadi yang tadinya itu pakai Pertamax, dia beralih ke Pertalite yang sebenarnya harganya lebih murah. Terutama untuk di wilayah Malang Raya ini kenaikan konsumsi ini sendiri antara 6 sampai 10 persen untuk Pertalite. Kemudian dari sisi yang gasoil atau Solar ini mengalami kenaikan yang lumayan, jadi 10 sampai 15 persen," jelasnya.
3. Pertamina tambah stok BBM jenis Pertalite dan Solar di Kota Malang
Untuk mengatasi kenaikan konsumsi BBM jenis Pertalite dan Solar di kota Malang, Imam mengungkapkan kalau Pertamina telah menambah suplai di Depo Kota Malang. Ia mengungkapkan untuk suplai Pertalite yang biasanya 700 kiloliter per hari, kini ditambah menjadi 888 kiloliter per harinya.
Sementara untuk suplai Solar yang biasanya 200 kiloliter per hari di Kota Malang, sempat dinaikkan menjadi 300 kiloliter per hari. Kemudian hari ini juga dinaikkan kembali mencapai 360 kali per harinya.
"Kalau dikalkulasi persentasenya, penambahan supla Pertalite kurang lebih sekitar 20 persen dari normalnya. Sementara untuk penambahan suplai Solar dari kita juga sama, di angka 20 persen," pungkasnya.
Curated For You
- Pemprov Akui Distribusi Pertalite Bermasalah25 Jun 2026, 10:54 WIB