Surabaya, IDN Times - Viral di media soaial hotel bintang lima di Kota Surabaya, Shangri-La Hotel Surabaya dijual dengan harga Rp2,3 triliun. Pihak hotel pun memastikan bahwa kabar tersebut tidak benar.
Kabar Hotel Shangri-La dijual ini beredar di media sosial Threads setelah diunggah oleh pemilik akun dengan nama @sahabatmaruli82. Dalam unggahan tersebut pemilik akun mencantumkan detail harga, spesifikasi hingga gambar hotel.
Tertera bahwa hotel yang berada di Jalan Meyjen Sungkono itu dijual dengan harga Rp2,3 trilun. Dengan spesifikasi luas lahan 47.751 meter persegi, 16 lantai, satu basement dan 385 kamar.
Pemilik akun juga mencamtumkan tanggal hotel berdiri dan siapa pihak yang membangun. "BERDIRI TGL 11 /1/ 1995 • DIBANGUN OLEH : PT. SARIPUTRA PERMAI."
Tak hanya itu, pemilik akun juga menuliskan bahwa penjualan dilakukan dengan mekanisme Letter of Intent (LOI) atau Surat Minat Pembelian, surat penawaran harga (SPH) dan surat keterangan bank (SKN). sementara pembayaran dilakukan denga sistem transfer secara cash.
"Mekanime: KIRIM LOI, SPH & SKB* *PAYMENT CASH TRANSFER* *SILAHKAN JAPRI..," tulis pemilik akun.
Marketing & Communication (Marcom) Hotel Shangri-La, Yuliana mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Ia memastikan Hotel Shangri-La tidak dijual.
"Informasi yang beredar tersebut tidak benar. Kami memastikan bahwa setiap kabar hoax ditangani dengan serius," ujar Yualina kepada IDN Times, Selasa (1/9/2026).
Atas kabar yang beredar tersebut, pihak hotel akan menindak lanjutinya. Hal ini untuk mamastikan agar tamu-tamu tetap nyaman.
Pihak hotel akan menindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku untuk menjaga kenyamanan serta kepercayaan para tamu," pungkasnya.
