Viral, Dugaan Pelecehan Seksual di Terminal Kota Malang

Malang, IDN Times - Warga Kota Malang dihebohkan dengan munculnya sebuah kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh crew bus di Terminal Arjosari. Kasus tersebut mencuat setelah terduga korban menuliskan apa yang ia alami di akun twitter @Realwilza. Cuitan tersebut disampaikan dalam satu rangkaian cerita pada Sabtu (23/4/2022).
1. Kejadian di pintu keluar terminal
Dalam cuitannya akun tersebut menceritakan kronologi kejadian dugaan pelecehan seksual tersebut. Kejadiannya berawal dari sang pemilik akun yang sedang menunggu bus. Kemudian saat hendak naik bus, dirinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang yang kemudian diketahui sebagai makelar penumpang. Dalam ceritanya orang tersebut tidak sengaja menginjak kakinya. Kemudian dalam keadaan reflek, makelar tersebut memeluk korban.
"Masalahnya, tadi makelar itu (pakai baju merah hari ini), gak sengaja injak kaki saya, lalu refleks dia PELUK SAYA, saya bilang "jangan pegang saya" dan teriak, dua pegawai dishub malah diam saja. Karena saya kaget dan takut jadi saya cuman bisa kasih jari tengah," tulisnya.
2. Kecewa atas kejadian tersebut

Tak hanya sampai di situ saja, akun tersebut menceritakan bahwa dirinya mengetahui jika terduga pelaku adalah makelar penumpang dari info seorang kernet bis. Namun, dirinya kecewa lantaran kernet tersebut juga justru seolah tak mempedulikan peristiwa tersebut dan menanggapinya dengan santai.
"Kernetnya bilang "mungkin cinta sama mba". Saya jawab "kalau cinta gak usah peluk pak, itu pelecehan". Dan sekarang para sopir dan juga kernet bus tentr3m sedang bergosip tentang saya," tambahnya.
3. Sarankan terduga korban lapor polisi

Sementara itu, menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Heru Mulyono menyebut bahwa pihaknya tak bisa berbuat banyak. Karena memang Terminal Arjosari merupakan wewenang dari Satgas Kemenhub bukan di Dinas Perhubungan Kota Malang. Untuk itu, akan lebih baik jika penumpang yang merasa menjadi korban pelecehan seksual bisa melapor ke unit PPA Polresta Malang Kota.
"Tanggapan dishub sudah disalurkan di admin Diskominfo, mengingat lokasi kejadian (Terminal Bus Arjosari) merupakan kewenangan Satgas Kemenhub, bukan Dishub Kota Malang. Mungkin penumpang tersebut bisa lapor ke PPA Polresta Malang Kota, pasti akan segera ditindak lanjuti," katanya Minggu (24/4/2022).
4. Sarankan penumpang naik dari tempat yang disiapkan

Terlepas dari itu, Heru menyarankan kepada penumpang agar bisa naik bus melalui tempat yang sudah disiapkan. Hal itu untuk menghindari kemungkinan terjadinya kasus serupa yang tentunya bisa merugikan penumpang.
"Seyogyanya para penumpang naik dan turun dari bus di tempat yang sudah disiapkan dalam terminal," tandasnya.

















