Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Vaksinasi HPV Digencarkan, Angka Kanker Serviks di Surabaya Turun

ilustrasi kanker serviks (freepik.com/freepik)
ilustrasi kanker serviks (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Angka kanker serviks di Surabaya turun berkat vaksinasi HPV dan deteksi dini.
  • Pemkot Surabaya gencar melakukan vaksinasi HPV, sosialisasi, dan skrining deteksi dini.
  • Vaksinasi HPV juga diintegrasikan ke program rutin Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk perlindungan sejak dini.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times- Angka kasus penyakit kanker serviks di Kota Surabaya diklaim mengalami penurunan. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk menurunkan angka kanker serviks adalah dengan menggencarkan vaksinasi HPV.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, kanker serviks hingga kini masih menjadi salah satu ancaman serius bagi perempuan. Data global menunjukkan bahwa kanker serviks menempati peringkat keempat sebagai jenis kanker yang paling sering menyerang perempuan di dunia.

Di Indonesia, penyakit ini berada di urutan kedua kanker perempuan paling umum, dengan rata-rata sekitar 36 ribu kasus baru setiap tahun dan sekitar 21 ribu kematian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa hampir 70 persen kasus baru ditemukan pada stadium lanjut.

“Padahal pencegahan jauh lebih mudah, lebih murah, dan jauh lebih menyelamatkan. Berbagai bukti ilmiah menunjukkan bahwa kanker serviks dapat dicegah secara signifikan melalui vaksinasi HPV dan deteksi dini. Ini berarti kita punya peluang besar untuk melindungi generasi sekarang dan yang akan datang,” tegasnya.

Salah satu pencegahan kanker serviks yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Dinkes Surabaya telah berkolaborasi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta KORPRI menggelar kegiatan Vaksinasi HPV di Gedung Wanita Candra Kencana, Jalan Kalibokor Selatan No. 2 Surabaya, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas kesehatan perempuan sekaligus mencegah risiko kanker serviks.

“ Berdasarkan informasi dari panitia, jumlah peserta yang mendaftar mencapai sekitar 500 orang. Ini menjadi gambaran bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, khususnya dalam pencegahan kanker, terus meningkat,” ujar Nanik.

Selain vaksinasi, Pemkot Surabaya selama ini juga terus mengintensifkan upaya pencegahan kanker serviks melalui sosialisasi dan skrining deteksi dini secara rutin di seluruh kecamatan. "Deteksi dini dilakukan bagi perempuan usia 30 hingga 69 tahun dengan metode self sampling dan pemeriksaan HPV DNA, yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan jika ditemukan hasil positif,” terangnya.

Tak hanya itu, imunisasi HPV juga telah diintegrasikan ke dalam program rutin Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Melalui program ini, vaksinasi HPV diberikan kepada siswi kelas 5 SD dan kelas 9 SMP atau sederajat, sebagai upaya perlindungan sejak dini terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Nanik pun mengklaim, dengan berbagai intervensi yang telah dilakukan pemerintah, angka kanker serviks di Surabaya mengalami penurunan yang cukup drastis. Data terakhir, di tahun 2024 angka kanker serviks di Surabaya 201 kasus, turun 100 kasus lebih jika dibanding tahun 2023.

“Alhamdulillah, hasilnya mulai terlihat. Jumlah kasus kanker serviks di Surabaya menurun signifikan, dari 413 kasus pada tahun 2023 menjadi 201 kasus pada tahun 2024. Ini menjadi tanda bahwa langkah pencegahan yang kita lakukan bersama mulai membuahkan hasil,” ungkap dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Polrestabes Surabaya Bongkar Gudang Cacahan 360 Motor Hasil Kejahatan

13 Feb 2026, 14:16 WIBNews