Polrestabes Surabaya Bongkar Gudang Cacahan 360 Motor Hasil Kejahatan

- Polrestabes Surabaya membongkar gudang mutilasi 360 motor hasil kejahatan di Kabupaten Nganjuk.
- Komponen kendaraan seperti body motor, kerangka, dan mesin dibongkar lalu dijual kembali oleh pelaku.
- Pihak kepolisian akan terus memburu para penadah sebagai biang dari kasus pencurian yang terjadi di beberapa wilayah.
Surabaya, IDN Times - Polrestabes Surabaya membongkar sebuah gudang yang dijadikan tempat mencacah motor hasil dari kejahatan. Gudang tersebut berada di Kabupaten Nganjuk.
Setidaknya ada sebanyak 360 unit kendaraan di gudang tersebut yang telah dibongkar mesin hingga rangkanya. Spare part motor yang telah dibongkar itu kemudian dijual kembali oleh pelaku.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luhtfie Sulistiawan melalui media sosial memperlihatkan komponen-komponen kendaraan yang telah dibongkar oleh pelaku. Bagian itu mulai dari body motor, kerangka, hingga mesin. Terlihat juga spare part yang telah dikemas siap dipaketkan.
"Kita dengan Kapolres Nganjuk melakukan pengembangan kemarin TKP yang di Surabaya, ini dapat di Baron, Nganjuk," ujar.
Luthfie menyebut, total kendaraan yang ada di gudang tersebut mencapai 360 unit. Namun, pihaknya masih akan mendata lagi jenis dan jumlah pastinya.
"Kita akan kembangkan terus, untuk awal kendaraannya, jumlah rillnya, mudah-mudahan bisa terdata, kendaran apa saja yang sudah dimutilasi," sebutnya.
Ia menuturkan, pihaknya akan memburu para penadah. Sebab mereka disebut sebagai biang dari kasus pencurian yang terjadi di beberapa wilayah.
"Kita akan terus memburuh penadah-penadah ranmor ini, karena mereka ini biangnya curanmor juga. Gudang -gudangnya kita bongkar semua," ungkap Lutfie.
Pelaku saat ditanya oleh Luthfie mengaku mendapat kendaran itu dari Surabaya, Sidoarjo hingga Mojokerto. Mereka mangku hanya butuh waktu dua jam untuk membongkar setiap komponen kendaraan. "(Kendaraan utuh dibeli dari marketplace) Iya," katanya saat ditanya Kapolres.
Pelaku juga mengaku mendapat omset Rp50 juta perbulan dari bisnis tersebut. "Ini kan kaya spare part-nya, dimasukkan ke marketplace, terus nanti ada yang CO, yang beli," pungkas pelaku.


















