Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dana Seret, Tak Ada Penambahan Koridor Trans Jatim Tahun Ini

IMG-2026011541.jpg
Kepala Dishub Jatim Nyono. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya sih...
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur fokus pada operasional Bus Trans Jatim sepanjang 2026.
  • Delapan koridor Bus Trans Jatim tetap beroperasi karena keterbatasan anggaran untuk penambahan koridor baru.
  • Pemprov Jatim menyiapkan rencana pengembangan jaringan Bus Trans Jatim ke depan, terutama di Malang Raya dan wilayah Bakorwil-Bakorwil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) masih memfokuskan operasional Bus Trans Jatim sepanjang 2026. Keterbatasan fiskal membuat penambahan koridor baru belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, meski kebutuhan layanan transportasi massal terus meningkat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Nyono mengatakan, saat ini Bus Trans Jatim telah mengoperasikan total delapan koridor. Jumlah tersebut belum bertambah pada tahun ini karena anggaran yang tersedia hanya cukup untuk kebutuhan operasional. “Untuk tahun ini murni hanya cukup untuk operasional. Delapan koridor itu yang sekarang beroperasi semua,” ujar Nyono.

Ia menyebutkan, tingkat okupansi penumpang Bus Trans Jatim tergolong tinggi. Rata-rata jumlah penumpang mencapai hampir 23 ribu orang per hari dari seluruh koridor yang beroperasi.

Meski demikian, Pemprov Jatim tetap menyiapkan rencana pengembangan jaringan Bus Trans Jatim ke depan. Penambahan koridor masih terbuka peluangnya jika terdapat tambahan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026. “Kita berupaya menambah koridor, tapi tergantung nanti di anggaran perubahan. Prioritasnya di Malang Raya,” jelas Nyono.

Menurutnya, kawasan Gerbangkertosusila masih membutuhkan tambahan tiga koridor lagi. Sementara di Malang Raya, Pemprov Jatim menargetkan penambahan dua koridor agar layanan transportasi publik semakin merata.

Tak hanya itu, pengembangan juga direncanakan menjangkau wilayah Bakorwil-Bakorwil di Jatim. Untuk kawasan tersebut, Dishub Jatim memperkirakan kebutuhan sekitar lima koridor tambahan. “Secara total, target kita sebenarnya ada 18 koridor. Idealnya Gerbangkertosusila 10 koridor, Malang Raya 3 koridor, dan Bakorwil-Bakorwil 5 koridor,” paparnya.

Namun Nyono mengakui, kondisi fiskal daerah yang menurun menjadi tantangan utama. Saat ini, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk memastikan layanan Bus Trans Jatim tetap berjalan optimal selama satu tahun.

“Fiskal kita menurun, jadi memang baru cukup untuk operasional. Kalau nanti di PAK APBD ada tambahan anggaran, kita akan fokuskan pengembangan di Malang Raya,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah
Follow Us

Latest News Jawa Timur

See More

Telaga Sarangan Longsor, 6 Motor dan 3 Wisatawan Tercebur Telaga

17 Jan 2026, 12:28 WIBNews