Surabaya, IDN Times - Pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka bakal mencanangkan program makan bergizi gratis sesuai dengan janji kampanye. Pemerintahan di daerah pun mulai berpikir realokasi anggaran untuk memuluskan program tersebut.
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pembahasan untuk pelaksanaan program makan bergizi gratis. Namun pembahasannya dalam konteks informal antara pemerintah kota (pemkot), pemerintah provinsi (pemprov) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kami menunggu perintah dari pusat. Intinya kami siap mendukung meski harus melakukan penggeseran anggaran melalui MPAK. Namun kabarnya akan ada sharing anggaran,” ujarnya, Kamis (7/11/2024).
Menurut Bahtiyar, dalam Undang-Undang memperbolehkan melaksanakan Mekanisme Perubahan Anggaran Keuangan (MPAK) mendahului jika program tersebut untuk kepentingan masyarakat dan sifatnya mendesak.
“MPAK bisa dilaksanakan pada triwulan pertama dan kedua. Tidak boleh di triwulan ketiga karena itu sudah masuk PAK. Namun pastinya kami juga masih belum tahu,” jelasnya.
Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra ini mengaku mendapatkan info jika Presiden akan mengumpulkan seluruh pimpinan DPRD, kepala daerah (Gubernur/Bupati/Walikota), TNI dan POLRI terkait program tersebut, yang difasilitasi Kemendagri.
“Infonya Kamis ini di Sentul,” kata dia.
Kesiapan DPRD dan Pemkot Surabaya terhadap pelaksanaan program nasional tersebut ditunjukkan dengan telah dilakukannya pembahasan. “Namun masih berupa saran dan masukan. Bahkan sempat membahas soal nominal harga per packnya,” ucapnya.
Ada yang menyebut, kata Bahtiyar, di kisaran Rp15 ribu. Ini pun juga masih dipertanyakan soal wadah makanan tersebut. Dari apa dan bagaimana dengan sampahnya. Ia mengimbau agar tidak sampai menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
“Karena ini setiap hari. Dalam satu tahun itu ada berapa hari jika dipotong waktu libur. Artinya, ini jumlah sampah yang ditimbulkan juga besar sekali. Namun juga muncul wacana wadah/kotak khusus yang bisa digunakan ulang dengan stempel nama siswa,” ungkapnya.
