Surabaya, IDN Times - Surabaya dan sekitarnya saat ini telah memasuki musim kemarau. Akan tetapi, hujan mengguyur beberapa titik di Kota Pahlawan pada Jumat (13/6/2026). Lantas seperti apa penjelasan BMKG ?
Prakirawan BMKG Juanda Andrie Wijaya mengatakan, hujan yang terjadi di beberapa titik Kota Surabaya dan Sidoarjo disebabkan adanya ganguan pada atmosfer. Gelombang Rossby tengah melintas di langit Jawa Timur.
“Beberapa wilayah terjadi hujan pada hari ini terutama di Sidoarjo dan Surabaya adalah saat ini sedang terjadi gangguan atmosfer akibat adanya gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur,” kata Andrie, Sabtu (13/6/2026).
Rossby membentuk awan konvektif masif. Gelombang ini mengumpulkan uap air dalam jumlah besar memicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang tebal secara instan. "(Hujan saat kemarau) diperkirakan hingga 15 Juni 2026," ungkap Andrie.
Andrie menyebut, selain dipengaruhi oleh gelombang Rossby, hujan di tengah kemarau ini juga dipengaruhi oleh peningkatan suhu muka laut di wilayah Selat Madura. Peningkatan suhu tersebut memicu terbentuknya pertumbuhan awan hujan.
“Suhu muka laut di Selat Madura yang lebih hangat dapat mengakibatkan terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab hujan,” ujarnya.
BMKG pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Masyarakat dapat memantau informasi terkini mengenai prakiraan cuaca lewat kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas.
