Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sudah Masuk Musim Kemarau Tapi Surabaya Hujan, Ini Penjelasan BMKG
ilustrasi hujan (pexels.com/th2city santana)
  • Surabaya dan Sidoarjo mengalami hujan di tengah musim kemarau akibat gangguan atmosfer yang dipicu oleh gelombang Rossby melintasi langit Jawa Timur.
  • Gelombang Rossby menyebabkan terbentuknya awan konvektif masif dan cumulonimbus tebal, memunculkan hujan hingga diperkirakan berlangsung sampai 15 Juni 2026.
  • Peningkatan suhu muka laut di Selat Madura turut memperkuat pembentukan awan hujan, sementara BMKG mengimbau warga tetap waspada dan memantau prakiraan cuaca resmi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Surabaya dan sekitarnya saat ini telah memasuki musim kemarau. Akan tetapi, hujan mengguyur beberapa titik di Kota Pahlawan pada Jumat (13/6/2026). Lantas seperti apa penjelasan BMKG ?

Prakirawan BMKG Juanda Andrie Wijaya mengatakan, hujan yang terjadi di beberapa titik Kota Surabaya dan Sidoarjo disebabkan adanya ganguan pada atmosfer. Gelombang Rossby tengah melintas di langit Jawa Timur.

“Beberapa wilayah terjadi hujan pada hari ini terutama di Sidoarjo dan Surabaya adalah saat ini sedang terjadi gangguan atmosfer akibat adanya gelombang Rossby yang melintasi wilayah Jawa Timur,” kata Andrie, Sabtu (13/6/2026).

Rossby membentuk awan konvektif masif. Gelombang ini mengumpulkan uap air dalam jumlah besar memicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang tebal secara instan. "(Hujan saat kemarau) diperkirakan hingga 15 Juni 2026," ungkap Andrie.

Andrie menyebut, selain dipengaruhi oleh gelombang Rossby, hujan di tengah kemarau ini juga dipengaruhi oleh peningkatan suhu muka laut di wilayah Selat Madura. Peningkatan suhu tersebut memicu terbentuknya pertumbuhan awan hujan.

“Suhu muka laut di Selat Madura yang lebih hangat dapat mengakibatkan terjadinya pertumbuhan awan-awan konvektif penyebab hujan,” ujarnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Masyarakat dapat memantau informasi terkini mengenai prakiraan cuaca lewat kanal resmi BMKG sebelum beraktivitas.

Editorial Team

Related Article