Surabaya, IDN Times - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo selain mendistribusikan menu makanan untuk Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, juga mendistribusikan makanan kepada 19 sekolah lainnya di Kabupaten Sidoarjo pada Selasa (1/9/2026). Pemerintah bakal mendata berapa siswa dari 19 sekolah itu yang mengalami keracunan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengatakan, semua penerima MBG dari dapur SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo adalah satuan pendidikan. Petugas terus melakukan penelusuran apakah ada siswa dari lembaga pendidikan lain yang juga mengalami gejala mual dan pusing seperti yang dirasakan santri Manbaul Hikam.
"Untuk menelusuri siapa saja yang menerima dan memastikan tadi besok itu kalau dia nggak masuk kemudian harus kita cek kondisinya ke kediaman, itu lebih memungkinkan karena mereka semua dari sekolah. Entah itu TK, SD, SMP sederajat, atau bahkan SMA sederajat," ujar Emil di RS Notopuro, Rabu (2/9/2026).
Emil menyebut bahwa SPPG tersebut mengirim MBG untuk 19 lembaga pendidikan. Sehingga, ada sebanyak 19 lembaga pendidikan ikut terdampak.
"Sekali lagi, ada 19 lembaga yang terdampak. Kesamaannya mendapatkan penerima manfaat, mereka penerima manfaat dari SPPG Tanggulangin Kalitengah," terang dia.
Menu yang disajikan pada Selasa (1/9/2026) adalah nasi, telur orak-arik, tempe bumbu bali dan sayur buncis
Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo mengatakan, setiap harinya pihaknya telah mendistribusikan 2.800 porsi MBG. 1000 di antaranya untuk Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
"2.800 porsi (untuk) sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar pesantren, di sekolah," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan santri dari Ponpes Manbaul Hikam, Tanggulangin Sidoarjo mengalami keracunan usai menyantap MBG pada Selasa (1/9/2026). Data terbaru menyebut bahwa jumlah santri yang menjadi korban keracunan mencapai 567 orang.
