Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi Cuaca Ekstrem. (gambar: akal imitasi)
  • BMKG Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem di 21 kabupaten/kota Jawa Timur pada 2-9 November 2026, meliputi hujan lebat, petir, angin kencang, hingga puting beliung.

  • Fenomena ini dipicu aktivitas MJO, konvergensi angin, perairan Selat Madura yang hangat, dan atmosfer Jatim labil, sehingga cuaca dapat berubah mendadak.

  • Warga diminta waspada terhadap banjir, longsor, pohon tumbang, serta gangguan perjalanan; terutama di wilayah curam dan rawan bencana, sambil memantau kanal resmi BMKG Juanda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2-9 November 2026

BMKG Juanda mendeteksi potensi cuaca ekstrem di 21 kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung.

3 November 2026

Prakirawan BMKG Juanda Rendy Irawadi menjelaskan cuaca ekstrem dipengaruhi MJO, konvergensi angin, perairan Selat Madura yang hangat, dan atmosfer Jatim yang labil.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BMKG Juanda memperingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat, petir, angin kencang, puting beliung, dan hujan es di 21 kabupaten/kota Jawa Timur.
  • Who?
    BMKG Kelas I Juanda, melalui prakirawan Rendy Irawadi, menyampaikan peringatan kepada warga di 21 daerah Jawa Timur yang berpotensi terdampak.
  • Where?
    Wilayah kewaspadaan mencakup antara lain Probolinggo, Pasuruan, Jember, Lumajang, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Malang, Blitar, Mojokerto, Nganjuk, Ponorogo, Batu, Magetan, dan Pacitan.
  • When?
    Potensi cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung pada 2–9 November 2026. Peringatan tersebut disampaikan pada Selasa, 3 November 2026.
  • Why?
    Kondisi ini dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation, pertemuan angin, perairan Selat Madura yang hangat, serta atmosfer lokal Jawa Timur yang labil.
  • How?
    Faktor atmosfer mendukung pertumbuhan awan hujan sehingga cuaca dapat berubah cepat. BMKG meminta warga memantau peringatan dini resmi dan meningkatkan kewaspadaan di kawasan rawan bencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
BMKG bilang 21 daerah di Jawa Timur bisa kena cuaca sangat buruk dari 2 sampai 9 November 2026. Bisa ada hujan deras, petir, angin kencang, dan puting beliung. Ini bisa bikin banjir, longsor, dan pohon jatuh. Warga diminta hati-hati, terutama saat pergi dan saat hujan besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Peringatan dini BMKG Juanda memberi masyarakat Jawa Timur ruang berharga untuk memahami perubahan cuaca yang cepat dan potensi risikonya. Penjelasan mengenai faktor atmosfer, wilayah terdampak, serta ancaman perjalanan dan bencana membuat informasi cuaca menjadi lebih terarah, sehingga langkah antisipasi dapat dipersiapkan lebih awal melalui pembaruan resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Warga Jawa Timur (Jatim) perlu ekstra waspada menghadapi cuaca sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mendeteksi potensi cuaca ekstrem di 21 kabupaten/kota pada periode 2-9 November 2026. Hujan sedang hingga lebat, petir, angin kencang, bahkan puting beliung berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Prakirawan BMKG Kelas I Juanda, Rendy Irawadi menjelaskan, potensi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi sejumlah gangguan atmosfer. Di antaranya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), pola pertemuan angin atau konvergensi, kondisi perairan Selat Madura yang hangat, serta atmosfer lokal Jatim yang labil.

"Kombinasi faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan. Dampaknya, cuaca dapat berubah secara mendadak, dari kondisi cerah menjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan peringatan BMKG Juanda, 21 daerah yang masuk wilayah kewaspadaan meliputi Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Jember, Lumajang, Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Pacitan, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Ponorogo, Kota Batu, dan Magetan.

"Tak hanya hujan lebat dan petir, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi angin kencang, puting beliung, hingga hujan es. Cuaca ekstrem tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang," terang Rendy.

Risiko juga meningkat di wilayah dengan topografi curam, kawasan pegunungan, serta daerah sekitar tebing. Sementara itu, hujan deras dapat membuat jalan licin dan mengurangi jarak pandang sehingga berpotensi mengganggu aktivitas maupun perjalanan masyarakat.

BMKG mengimbau warga agar tidak menganggap remeh perubahan cuaca yang berlangsung cepat. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai angin kencang.

"Warga juga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan perjalanan dan aktivitas luar ruangan. Informasi cuaca serta peringatan dini terbaru perlu dipantau melalui kanal resmi BMKG Juanda agar masyarakat bisa mengambil langkah antisipasi lebih awal," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article