Kasatlantas Polres Malang, AKP Agnis Juwita. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Agnis mengungkapkan kronologi kejadian berawal dari tersangka yang ternyata pada Senin (28/8/2023) malam berkendara dari Tuban menuju Sidoarjo. Ia sampai di Sidoarjo tengah malam, tapi ia tidak langsung beristirahat, justru melanjutkan nongkrong bersama kawannya di salah satu angkringan sampai pukul 02.00 WIB.
Setelah itu tersangka sempat tidur selama 1 jam, ia kemudian mengambil kendaraan HiAce pada pukul 03.00 WIB. Selanjutnya ia menjemput para korban yang berjumlah 8 orang pada pukul 05.00 WIB. Mereka kemudian sampai di Tol Malang-Pandaan Km 85.400A pada pukul 08.15 WIB. Karena kurang tidur, tersangka tidak menyadari kalau mobil truk yang dikendarai Subandi di depannya menyalakan lampu sein kanan untuk berbelok demi menyalip mobil tronton di depannya. Mobil HiAce ini kemudian meluncur dan menghantam bagian belakang truk tersebut.
"Sopir ini kurang tidur, mengalami kelelahan yang cukup ekstrim sehingga pada saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) memang mengantuk dan terjadilah microsleep. Nah, disini terlihat tidak adanya pengereman pada saat kejadian," bebernya.
Agnis menjelaskan kalau sopir truk yang ditabrak oleh tersangka tidak bersalah karena sudah menggunakan lampu sein kanan untuk mendahului kendaraan truk tronton yang ada di depannya. Kemudian pada saat yang bersamaan, tersangka tidak menggunakan rem sama sekali karena tertidur, sehingga menabrak sisi belakang si truk yang ada di depannya.
Petugas Satlantas Polres Malang yang mengetahui kejadian ini langsung melarikan para korban ke RS Marsudi Waluyo Singosari, RS Prima Husada Singosari, dan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Sayangnya satu orang meninggal dunia di lokasi, san satu korban lainnya meninggal saat perawatan di RS Prima Husada.
"Korban yang lainnya sampai dengan sekarang ini sudah ada yang melakukan operasi bahu, salah satu penumpang kemudian ada yang sudah melaksanakan operasi pada bagian kepala, dan lainnya masih dalam perawatan. Kita doakan semoga seluruh korban yang masih dalam perawatan diberikan kesehatan, kesembuhan, dan pulih secepatnya," ujarnya.