Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Satu Korban Karhutla Bromo Masih Dirawat Intensif di RSUD Dr Soetomo
ilustrasi karhutla (unsplash.com/Matt Palmer)
  • Suraji masih dirawat intensif di RSUD Dr Soetomo dengan luka bakar 49 persen, infeksi berat, kadar protein darah rendah, dan infeksi paru yang membutuhkan bantuan pernapasan.

  • Tim medis menangani Suraji melalui tambahan protein infus dan antibiotik, sementara kondisinya tetap memerlukan pemantauan serta perawatan intensif di ruang ROI.

  • Kebakaran TNBTS di Probolinggo menewaskan lima orang setelah sejumlah petugas dan relawan terjebak api serta asap; penyebab kebakaran dan kematian korban masih diselidiki polisi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Satu orang korban kebakaran hutan dan lahan (Kahrhutla) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Suraji (40) masih dirawat intensif di RSUD dr Soetomo, Selasa (20/10/2026). Ia diilarikan ke rumah sakit pada Kamis (15/10/2026) malam.

Staf Instalasi , Hukum, Humas dan Pemasaran RSUD dr Soetomo, Adin Niken mengatakan, Suraji mengalami luka bakar 49 persen dari luas tubuhnya. Ia pun dirawat di ROI.

"Tuan S 44 tahun, saat ini dirawat di ROI dengan luka bakar sekitar 49 persen dari luas tubuh," ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Kondisi Suraji saat ini masi membutuhkan bantuan mesin untuk pernafasan. Ia mengalami masalah infeksi berat karena luka bakar dan infeksi pada paru-paru.

"Beberapa masalah kesehatan yang sedang ditangani adalah infeksi berat akibat luka bakar, rendahnya kadar protein darah, dan adanya infeksi pada paru," ungkap dia.

Rencana penanganan terhadap Suraji adslah pemberian tambahan protein melalui infus. Tenaga medis juga berencana melakukan tatalaksana infeksi dengan pemberian antibiotik

"Kondisi beliau masih memerlukan pemantauan dan perawatan intensif," pungkas dia.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di kawasan konservasi TNBTS Probolinggo pada Kamis (15/10/2026) malam. Sejumlah petugas dan relawan berupaya membantu pemadaman kebakaran di kawasan konservasi TNBTS. Polisi menyebut sekitar 12 orang, terdiri dari petugas TNBTS, anggota Masyarakat Peduli Api, dan karyawan hotel, bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi kebakaran.

Sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah petugas menerima kabar bahwa rekan-rekan mereka meminta pertolongan karena terjebak kobaran api dan asap pekat. Saat tim lain tiba, tiga orang ditemukan meninggal dunia dan sejumlah korban lainnya mengalami luka bakar.

Tim Inafis dan penyidik Reskrim Polres Probolinggo sebelumnya telah diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Hingga kini, penyebab awal kebakaran maupun faktor yang menyebabkan para korban meninggal dunia masih dalam penyelidikan. Atas peristiwa ini, lima orang meninggal dunia. Satu orang saat ini masih dirawat di RSUD dr Soetomo.

Curated For You

Editorial Team

Related Article