Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Santri Ponpes di Blitar Dikeroyok karena Diduga Mencuri Uang

Santri Ponpes di Blitar Dikeroyok karena Diduga Mencuri Uang
Ilustrasi perkelahian, (IDN Times/Sukma Shakti)
Share Article

Blitar, IDN Times - Seorang santri sebuah pondok pesantren di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, dikeroyok temannya sendiri. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit. Korban dikeroyok karena dituding melakukan aksi pencurian uang saku santri lain. Pihak keluarga yang tidak terima lalu melaporkan kejadian ini ke polisi.

1. Korban belum diperiksa karena masih dirawat

Ilustrasi kekerasan fisik/penganiayaan. (IDN Times/ Agung Sedana)
Ilustrasi kekerasan fisik/penganiayaan. (IDN Times/ Agung Sedana)

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Feby Pahlevi Rizal mengatakan pihaknya hingga saat ini masih menyelidiki kasus tersebut. Kondisi korban sendiri diketahui menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit dan belum dapat dilakukan pemeriksaan. "Kita sudah menerima laporan atas kejadian tersebut dan kini masih dalam tahap penyelidikan, korban masih belum dapat dimintai keterangannya karena masih menjalani perawatan di rumah sakit," ujarnya, Sabtu (06/01/2023).

2. Korban diduga mencuri uang santri lain

Ilustrasi kekerasan/penganiayaan. (IDN Times/ Agung Sedana)
Ilustrasi kekerasan/penganiayaan. (IDN Times/ Agung Sedana)

Feby mengatakan, dugaan pencurian uang milik sejumlah santri itu disebut terjadi pada pertengahan Desember lalu, sebelum kegiatan belajar-mengajar memasuki masa libur Natal dan Tahun Baru. Sedangkan pengroyokan terjadi setelah kegiatan belajar mengajar aktif kembali. “Pengeroyokan baru terjadi setelah para santri kembali ke Pondok Pesantren untuk kembali mengikuti kegiatan belajar. Pengeroyokan terjadi Selasa tengah malam. Korban jatuh pingsan pada Rabu dini hari,” tuturnya.

3. Sebanyak 21 saksi sudah diminta keterangan

ilustrasi korban penganiayaan (Foto: Freepik)
ilustrasi korban penganiayaan (Foto: Freepik)

Sebanyak 21 saksi sudah dimintai keterangannya terkait kejadian tersebut. Namun Feby enggan merinci siapa saja saksi yang telah dimintai keterangannya tersebut. Mereka juga masih menunggu kondisi korban membaik untuk dimintai keterangan. "Sudah ada 21 saksi yang kami periksa, ini masih proses penyelidikan nantinya jika ada perkembangan akan kami sampaikan lagi," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Pemprov Jatim Cari Cara Koperasi Merah Putih Tak Bernasib Mangkrak

28 Jun 2026, 13:13 WIBNews