Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Remaja Surabaya Bobol SD, Dispendik Siapkan Langkah Pengamanan Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh. (dok. Diskominfo Kota Surabaya)

Surabaya, IDN Times - Polsek Rungkut Surabaya beberapa hari lalu mengungkap kasus pembobolan sekolah dasar oleh empat orang remaja. Menanggapi hal ini, Dispendik akan lakukan sejumlah langka-langka agar peristiwa ini tak terjadi lagi. 

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, meski sudah ada petugas keamanan dan kebersihan, tentu saja kejadian tersebut bisa terjadi. Sebab, kemampuan mereka untuk mengamankan sekolah terbatas.

"Ada CCTV di SD penjaringan ada, terus satpam ya ada. Tapi tingkat kemampuannya kan masih lebih pintar yang mengincar. Maka, untuk efektif dan efisien," ujarnya, Sabtu (20/5/2023). 

Untuk itu, ia akan membuat formulasi keamanan sekolah. Salah satunya menata tata ruang di sekolah.  "Untuk laboratorium komputer akan saya dekatkan dengan ruang guru atau ruang kepala sekolah," kata Yusuf. 

Jika ruangan tak tertata dengan baik, misal ruang yang penuh barang-barang berharga dipencar-pencar tentu pengamannya juga tidak maksimal. Maka ia akan menata ruangan sebaik mungkin agar pengamanannya lebih muda.

"Semisal ruang guru dan kepala sekolah berjajar, tapi ruang laboratorium komputer nya berada jauh dari situ, ini yang ngontrol kan repot juga," tutur dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat orang remaja di bawa umur di Surabaya dibekuk polisi usai melakukan pencurian di SDN 1 Penjaringan Kecamatan Rungkut, Surabaya. Sejumlah barang elektronik seperti gawai dan tabung LPG raib digondol komplotan maling ini. Para pelaku adalah MPA (15), NAFR (14), BDA (16), dan MFBA (16). 

Kapolsek Rungkut, Kompol Muchammad Fakih menjelaskan, aksi keempat remaja tersebut diketahui dari rekaman CCTV sekolah. Mereka beraksi sekitar pukul 1 dini hari.

"Sekolah nyaris kehilangan aset senilai Rp100 juta. Beruntung, saat kami ungkap semua barang belum ada yang terjual," ujar Fakih saat ungkap kasus, Rabu (17/5/2023). 

Dalam aksinya itu mereka menggondol 40 unit TAB, 4 unit laptop, satu LCD monitor dan 1 buah tabung LPG. Parahnya, ternyata sebelum melakukan aksi pembobolan keempat remaja itu sempat minum minuman keras. Setelah semua dalam kondisi sudah mabuk, salah satu diantara mereka mengajak mencuri.

Editorial Team

Related Article