Surabaya, IDN Times - Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya dan beberapa kota lain di Jawa Timur akan menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Senin (31/8/2026). Aksi ini membawa sejumlah tuntutan, mulai dari soal bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), peringatan satu tahun kematian ojek online (ojol) Affan Kurniawan, penghormatan terhadap tewasanya pedagang bernama Bambang Setiawan, hingga membawa tuntutan soal Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset.
Massa datang dari berbagai Universitas, mulai dari Universitas Airlangga Unair), Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Telkom, Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura, Politeknik Negeri Perkapalan Surabaya (PPNS) dan beberapa kampus lainnya.
Sebelum menuju titik aksi, masaa akan berkumpul terlebih dahulu di kampus Unair. Rencananya aksi akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.
Menteri Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Unair, Daniel Nikon Martua Situmorang mengatakan, massa aksi akan mengangkat soal lambatnya penanganan bencana alam di berbagai wilayah, termasuk gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Karhutla di Kalimantan, Sumatera, dan wilayah lainnya.
"Aksi juga sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap almarhum Bambang Setiawan, forum juga menyepakati sejumlah isu tambahan, yakni persoalan perampasan aset, serta penggusuran lahan warga oleh TNI tanpa surat dan izin yang transparan," ucapnya kepada IDN Times.
Selain itu, pada demonstrasi nanti, pihaknya menggelar aksi simbolis tabur bunga hingga teaterikal. "Ada pembacaan situasi dan aksi masyarakat, pemberian kartu hitam, pembacaan pernyataan sikap, serta doa bersama sebagai penutup rangkaian," ungkap dia.
Daniel menyebut, aksi ini mengusung nuansa aksi simbolik dan kemanusiaan, dengan pakaian serba hitam sebagai bentuk bela sungkawa. "Forum juga telah menyepakati teknis penanda massa dan koordinasi lapangan, serta target agar seluruh rangkaian dapat selesai dan area telah dikosongkan sesuai waktu yang ditentukan," pungkas dia.
