Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Probolinggo Kebakaran Hutan, Eh Banyuwangi Hujan Angin
ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/rokazuiii)
  • BNPB menyoroti peningkatan potensi karhutla di Jawa Timur menjelang puncak kemarau Agustus 2026, setelah kebakaran menghanguskan sekitar empat hektare hutan Perhutani di Probolinggo.
  • Pemadaman kebakaran di Desa Sapikerep terkendala medan perbukitan; titik api kembali muncul akibat angin yang membawa bara ke daun, rumput, dan serasah kering.
  • Di Banyuwangi, hujan deras disertai angin kencang merusak 10 rumah, sementara BNPB mengimbau warga mencegah kebakaran, menghemat air, dan memantau informasi resmi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti meningkatnya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jawa Timur (Jatim) seiring mendekatnya puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Salah satu kejadian yang menjadi perhatian terjadi di kawasan hutan Perhutani Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, kebakaran di Probolinggo menghanguskan sekitar empat hektare lahan. Proses pemadaman terkendala medan yang berada di kawasan perbukitan sehingga sulit dijangkau petugas.

"Lokasi titik api berada di perbukitan yang jauh dan sulit dijangkau. Bahkan pada 27 Juli, titik api kembali terpantau akibat hembusan angin yang membawa bara sehingga kembali menyulut daun, rumput, dan serasah kering," ujar Abdul Muhari, Selasa (28/7/2026).

Personel BPBD Kabupaten Probolinggo bersama BPBD Provinsi Jatim dan tim gabungan terus melakukan upaya pemadaman darat untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan lainnya.

Selain Karhutla di Probolinggo, BNPB juga mencatat bencana hidrometeorologi masih terjadi di Jatim meski memasuki musim kemarau. Hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (26/7/2026).

Peristiwa tersebut berdampak pada 10 kepala keluarga. Berdasarkan asesmen BPBD Banyuwangi, tiga rumah mengalami kerusakan sedang dan tujuh rumah lainnya rusak ringan.

"Tim gabungan telah melakukan kerja bakti untuk membersihkan material akibat angin kencang dan membantu warga terdampak," katanya.

Abdul Muhari mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas.

"Kami mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan bara api benar-benar padam. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah karhutla," tegasnya.

Selain ancaman kebakaran, BNPB juga mengingatkan masyarakat mengantisipasi dampak musim kemarau berupa kekeringan dengan menghemat penggunaan air, menyiapkan cadangan air bersih, serta memanfaatkan kembali air yang masih layak digunakan.

BNPB juga meminta masyarakat tetap memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, maupun BMKG agar dapat mengantisipasi potensi bencana yang masih mungkin terjadi selama musim kemarau berlangsung.

Curated For You

Editorial Team

Related Article