Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presidium Aremania Tak Akan Lagi Bantu Aremania Bermasalah Hukum
Ilustrasi penangkapan seorang tersangka menggunakann borgol di tangannya (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
  • Presidium Aremania menegaskan tidak akan lagi memberi bantuan hukum bagi anggota yang terlibat tindak kriminal, sebagai langkah pendewasaan dan pencegahan kekerasan di kalangan suporter.
  • Ali Rifki meminta masyarakat tidak mengaitkan insiden penyerangan di Pantai Wedi Awu dengan sepak bola karena kejadian itu terjadi di luar kegiatan pertandingan.
  • Ali berjanji Aremania akan berbenah menjadi komunitas yang lebih dewasa, meminta maaf kepada korban, dan mengajak seluruh anggota menjaga sikap damai ke depannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Aksi penyerangan terhadap wisatawan asal Surabaya di Pantai Wedi Awu Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang pada Selasa (5/5/2026) berakhir damai. Tapi Presidium Aremania, Ali Rifki, menyatakan ini akan jadi yang terakhir pihaknya memberikan bantuan hukum pada Aremania yang melakukan tindak kriminal.

1. Presidium Aremania tidak akan lagi bantu Aremania yang melakukan tindak kriminal

Presidium Aremania, Ali Rifki. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Ali Rifki menyampaikan jika kasus yang terjadi di Pantai Wedi Awu harusnya menjadi pelajaran untuk semua Aremania. Pasalnya yang rugi tidak hanya korban, tapi juga pelaku karena akan berhadapan dengan hukum. Ia mengungkapkan jika keluarga pelaku juga akan rugi karena mengeluarkan biaya pemulihan kepada korban agar kasus ini bisa berakhir damai.

Oleh karena itu, agar kasus ini tidak terjadi lagi, Ali mengumumkan bahwa pihaknya tidak akan lagi memberikan bantuan hukum pada Aremania yang melakukan tindakan kriminal seperti kekerasan, pencurian, dan sebagainya. Menurutnya ini akan jadi proses pendewasaan untuk Aremania agar menjauhi tindakan kriminal.

Rivalitas silakan, sampai kapan pun ber-rivalitas, tapi dengan adu otot itu tidak baik, tidak diperbolehkan. Kemudian ini juga kemungkinan besar organisasi akan terakhir membantu kalau ada pelaku kejahatan, kita tidak akan mentolerir. Ini bener-bener terakhir bagi kami untuk membantu para pelaku," terangnya pada Rabu (3/6/2026).

2. Ali minta masyarakat tak sangkut pautkan kasus ini dengan penyelenggara sepak bola

Kendaraan wisatawan asal Surabaya yang dirusak di Pantai Wedi Awu. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Ali juga berharap masyarakat tidak menyangkut pautkan kasus ini dengan sepak bola. Ia memang tidak menampik jika pelaku adalah Aremania, tapi kejadian perkara ini tidak terjadi di sekitar stadion atau saat digelarnya pertandingan.

"Kita wajib menelaah dalam satu musim ini, sebetulnya tingkat kekerasan atau tingkat bentrokan itu di Jawa Timur ini menurun drastis. Sama-sama sudah mulai dewasa, baik yang di Malang, baik yang di Surabaya. Ini terjadi satu kali ini dalam setahun. Ya ini yang yang, jujur, semua enggak ingin ini terjadi dan kelolosan (tidak terpantau)," ujarnya.

3. Ali janjikan kedepannya Aremania akan berubah dan lebih dewasa lagi

Aremania saat mendukung tim kesayangannya. (Instagram/23.photoshoot)

Lebih lanjut, Mantan Manajer Arema FC ini berjanji bahwa Aremania akan berbenah kembali kedepannya. Ia minta Aremania agar lebih dewasa dan menyikapi setiap masalah dengan kepala dingin.

"Saya juga memohon maaf kepada pihak korban. Ya saya sampaikan bahwa di mana kita berdiri, di situlah langit dijunjung, bahwa ke depannya kalau bisa tidak melakukan hal yang sama (memprovokasi). Tapi sebelumnya, saya ucapkan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama warga Malang," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article