Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potret Koperasi Merah Putih di Magetan, Menghadap Jurang hingga Makam
Gerai KDKMP di Desa Pelangkrongan dibangun menghadap jurang. IDN Times/Riyanto.
  • Beberapa gerai Koperasi Merah Putih di Magetan berdiri di lokasi tak biasa, seperti dekat jurang, makam, dan persawahan, sehingga menuai perhatian publik dan perbincangan warga.
  • Warga mempertanyakan efektivitas lokasi koperasi yang dinilai kurang strategis serta siapa target pasarnya, mengingat akses dan lalu lintas pengunjung menjadi faktor penting keberhasilan usaha.
  • Sebagian masyarakat menilai lokasi terpencil bukan masalah jika pengelolaan koperasi baik, produk lengkap, harga bersaing, dan pelayanan mampu memenuhi kebutuhan warga sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Magetan, IDN Times – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di berbagai daerah belakangan menjadi perhatian publik. Bukan semata karena programnya, tetapi juga karena lokasi sejumlah gerai yang dinilai kurang strategis.

Di sejumlah wilayah Indonesia, bangunan koperasi ini disebut berdiri di dekat area pemakaman, persawahan, tambak, hingga lokasi yang tersembunyi dari jalur utama.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai efektivitas koperasi dalam menjangkau konsumen. Di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, fenomena serupa juga terlihat di beberapa desa dan kelurahan.

1. Sejumlah gerai berdiri di lokasi yang dinilai kurang strategis

Gerai KDKMP di Keluraha Lembeyan Kulon dibangun menghadap pemakaman umum. IDN Times/Riyanto.

Salah satu contohnya berada di Desa Pelangkrongan, Kecamatan Poncol. Bangunan koperasi tampak berdiri di lokasi yang menghadap jurang sehingga dinilai kurang menarik perhatian pengguna jalan.

Sementara itu, di Kelurahan Lembeyan Kulon, Kecamatan Lembeyan, gerai koperasi dibangun tepat di depan tempat pemakaman umum. Ada pula gerai di Desa Tapen yang berada di depan saluran irigasi, sedangkan di Desa Krowe lokasinya berada di tengah kawasan persawahan produktif.

Lokasi-lokasi tersebut kemudian menjadi perbincangan warga, terutama di media sosial.

2. Warga mempertanyakan siapa target pasar koperasi

Gerai KDKMP di Desa Krowe di persawahan. IDN Times/Riyanto.

Masyarakat mempertanyakan konsep pasar yang akan dibidik Koperasi Merah Putih. Mereka menilai keberhasilan sebuah gerai sangat bergantung pada kemudahan akses dan tingginya lalu lintas masyarakat.

"Kalau lokasinya seperti ini, yang belanja mungkin hanya warga sekitar. Kalau orang luar kan belum tentu tahu atau sengaja datang ke sini," ujar Suyanto (48), warga Kecamatan Poncol, Sabtu (4/7/2026).

Hal senada disampaikan Rini (36), warga Lembeyan. Menurutnya, lokasi koperasi yang berada tepat di depan pemakaman membuat sebagian orang memiliki pertimbangan untuk singgah.

"Sebenarnya bangunannya bagus, tapi orang pasti punya pertimbangan kalau letaknya persis di depan makam. Yang penting nanti produknya lengkap dan harganya murah supaya tetap ramai," katanya.

Sebagian warga juga bertanya apakah koperasi ini hanya melayani warga desa setempat atau juga diharapkan menarik konsumen dari luar daerah, seperti halnya minimarket berjaringan yang umumnya berada di tepi jalan utama.

3. Ada yang menyebut lokasi justru berpotensi menjadi hidden gems

Gerai KDKMP di Desa Tapen dibangun menghadap saluran irigasi. IDN Times/Riyanto.

Meski menuai kritik, tidak sedikit masyarakat yang memberikan pandangan berbeda. Mereka menilai lokasi yang jauh dari keramaian bukan berarti tidak memiliki potensi.

"Kalau tujuannya melayani warga desa, ya tidak harus di pinggir jalan nasional. Yang penting mudah dijangkau warga sini dan pengelolaannya bagus," kata Wahyudi (52), warga Desa Krowe.

Pendapat serupa disampaikan Dwi, warga Desa Tapen. Menurutnya, lokasi di dekat persawahan maupun saluran irigasi justru bisa menjadi daya tarik tersendiri.

"Sekarang banyak tempat yang awalnya dianggap sepi, ternyata bisa ramai setelah dikelola serius. Siapa tahu nanti justru jadi hidden gems," ujarnya.

Pada akhirnya, warga menilai keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya ditentukan oleh lokasi bangunan, tetapi juga kualitas pengelolaan, kelengkapan produk, harga yang kompetitif, pelayanan, serta kemampuan koperasi memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article