Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Akui Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan Geraknya Licin
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur dan anggota di kamar mayat RS Bhayangkara. Dok. Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.
  • Polisi masih memburu terduga pelaku pembunuhan ASN Pemkab Bangkalan, RYS, yang ditemukan tewas membusuk di mobil dinasnya di Bandara Juanda pada 24 Juni 2026.
  • Pengejaran terhadap pria berinisial E terkendala karena ia terus berpindah kota, membuat polisi harus memperluas area pencarian dan berkoordinasi dengan keluarga serta kerabatnya.
  • Hasil forensik menunjukkan korban meninggal akibat asfiksia, sementara rekaman CCTV dan barang bukti di mobil menguatkan dugaan keterlibatan E sebagai pelaku pembunuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times – Lebih dari sepekan sejak jasad Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, RYS (51), ditemukan membusuk di dalam mobil dinas yang terparkir di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, pelaku pembunuhan masih belum berhasil ditangkap. Polisi mengakui proses pengejaran berlangsung sulit karena terduga pelaku terus berpindah-pindah lokasi.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur (Jatim) bersama Polresta Sidoarjo hingga kini masih memburu pria berinisial E yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban sebelum ditemukan tewas.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaidi Jumhur mengatakan, tim penyidik terus menyisir sejumlah lokasi dengan menggandeng keluarga maupun kerabat terduga pelaku.

"Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga, mohon waktu. Memang agak lincah dikit untuk pelaku," ujar Jumhur, Selasa (7/7/2026).

Jumhur menambahkan, pengejaran menjadi lebih rumit karena E diduga tidak menetap di satu wilayah. Polisi menemukan indikasi pelaku berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain sehingga memperluas area pencarian.

"Banyak titik (yang ditargetkan). Karena dia berpindah-pindah, tidak menetap di satu tempat. Kita memang perlu waktu. Tentu kita koordinasi dengan teman dan keluarga," katanya.

Kasus ini bermula ketika RYS ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Innova bernomor polisi M 1090 GP yang terparkir di kawasan Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, pada Rabu (24/6/2026). Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan.

Hasil pemeriksaan forensik mengarah pada dugaan korban telah meninggal sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Tim dokter forensik juga menemukan tanda-tanda yang mengindikasikan korban meninggal akibat asfiksia atau mati lemas.

Sejumlah petunjuk kemudian menguatkan dugaan pembunuhan. Di dalam mobil ditemukan sepasang sandal hotel yang diduga berkaitan dengan terduga pelaku. Polisi juga mengantongi rekaman video yang memperlihatkan korban bersama seorang pria berkacamata di kawasan Alun-alun Kota Batu beberapa hari sebelum korban ditemukan tewas.

Petunjuk lain berasal dari rekaman kamera pengawas (CCTV) Bandara Juanda. Rekaman tersebut memperlihatkan mobil dinas korban memasuki area parkir dengan dikemudikan seorang pria bermasker dan berkacamata yang ciri-cirinya disebut identik dengan pria dalam video di Kota Batu.

Dalam rekaman itu, posisi jok penumpang depan tampak direbahkan. Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, menduga jenazah korban disembunyikan di bagian depan kendaraan saat mobil memasuki area parkir bandara.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan alat bukti sekaligus mempersempit ruang gerak terduga pelaku. Polisi memastikan pengejaran terus dilakukan meski pelaku diduga kerap berpindah tempat untuk menghindari penangkapan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article