Mall pelayanan publik Banyuwangi. (merdeka.com)
Semasa menjabat Bupati, Azwar Anas telah mempertahankan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) daerah menjadi yang terbaik 5 tahun berturut. Azwar Anas juga dianugerahi penghargaan sebagai Bupati Pembina Pelayanan Publik dengan kategori sangat baik.
Kala itu dia menunjuk tiga perangkat daerah sebagai objek penilaian pelayanan publik yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyuwangi, RSUD Blambangan Banyuwangi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Banyuwangi.
Pria ini juga meluncurkan inovasi bernama E-Monitoring. Inovasi ini bisa memudahkan pemantauan proyek pembangunan di pedesaan Banyuwangi. Sehingga tak perlu lagi repot-repot datang ke lokasinya, atau sekedar dimanfaatkan oleh PNS dengan alasan meninjau pekerjaan lapangan. Ada juga E-Village Budgeting yang merupakan sistem penganggaran desa terintegrasi dalam jaringan (daring) untuk meningkatkan akuntabilitas anggaran desa.
Mall pelayanan publik menjadi salah satu produk andalan di Banyuwangi hingga saat ini. Melalui ini, Azwar Anas bermaksud untuk memangkas birokrasi soal layanan dan memberikan akses kemudahan bagi masyarakat. Bahkan Anas menekankan setiap pegawai harus menjadi pelayan masyarakat.
Kerena itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menunjuk inovasi pengelolaan daerah di Banyuwangi ini sebagai salah satu role model pelayanan publik nasional, yang bisa direplikasi seluruh kabupaten/kota di Indonesia.