Surabaya, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Jawa Timur (Jatim) berjalan normal tanpa kendala. Pertamina menyebut, SPBU yang sebelumnya dilaporkan dalam kondisi kritis atau memiliki stok menipis sedang menunggu pengiriman BBM sesuai jadwal.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan distribusi BBM ke SPBU tetap berlangsung normal. Jika ditemukan antrean kendaraan, menurutnya, antrean tersebut masih dalam batas wajar dan berada di dalam area SPBU.
“Distribusi normal tanpa kendala. Kalau pun ada antrean, antrean wajar di dalam area SPBU,” ujar Ahad kepada IDN Times, Rabu (21/10/2026).
Pernyataan ini disampaikan menyusul sorotan terhadap antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Jatim dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut sebelumnya mendorong Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mendatangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meminta kepastian pasokan dan kelancaran distribusi BBM, terutama Biosolar dan Pertalite.
Terkait pernyataan Emil mengenai kurang dari 10 persen SPBU di Jatim yang berada dalam kondisi kritis, Ahad menjelaskan bahwa SPBU tersebut sedang menunggu pengiriman produk sesuai jadwal distribusi.
“Posisi SPBU yang disampaikan sedang menunggu pengiriman terjadwal. Saat ini produk sedang menunggu pengiriman terjadwal,” jelasnya.
Sebelumnya, Khofifah meminta pemerintah pusat dan Pertamina memastikan ketersediaan BBM hingga ke tingkat SPBU, bukan hanya di terminal BBM atau depo. Menurutnya, kelancaran distribusi penting untuk menjamin kebutuhan masyarakat, terutama terhadap Biosolar yang menunjang aktivitas transportasi, logistik, hingga sektor perikanan.
Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika di Jakarta, Selasa (20/10/2026), pemerintah menyampaikan sejumlah langkah percepatan distribusi. Upaya tersebut meliputi penambahan pasokan melalui kapal ke sejumlah depo di Jatim, pengerahan 21 unit mobil tangki tambahan melalui skema spot charter, serta penambahan jam operasional depo menjadi 24 jam.
Kementerian ESDM juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina untuk memastikan stok BBM memadai hingga di masing-masing SPBU.
