Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meninjau sejumlah Rumah Sakit di Surabaya. Dok. Pemkot Surabaya.
Senada dengan dr. Dodo dan Halim, Direktur Utama (Dirut) RSI Jemursari, dr. Bangun Trapsila Purwaka juga menyampaikan kalau stok oksigen di tempatnya aman. Pihaknya sendiri memakai oksigen sentra yang berbahan dadar oksgien cair.
"Alhamdulillah stok oksigen aman karena kami memakai oksigen sentral yang bahan dasarnya adalah oksigen cair," kata dia.
Namun, lanjut dr. Bangun, kebutuhan oksigen di RSI Jemursari akhir-akhir ini meningkat seiring banyaknya pasien COVID-19 yang dirawat. Jika biasanya hanya mengisi oksigen satu kali sehari, maka sekarang bisa dua kali sehari.
"Hampir dua kali lipat, biasanya ngisi sehari sekali sekarang ngisi dua kali. Sebagai perbandingan, sekarang tempat tidur kami 127 terisi. Biasanya pasien normal oksigennya delapan liter per menit. Pasien COVID-19 bisa 20 liter per menit," ungkapnya.
Sedangkan untuk pasokan oksigen, dr. Bangun memastikan juga lancar. "Alhamdulillah lancar karena sudah kontrak dengan penyedia selama satu tahun," pungkas dia.