Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Surabaya Panggil Sekolah Korban Keracunan MBG
Menu MBG yang diduga sebabkan 200 siswa di Surabaya keracunan. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memanggil sekolah terkait dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh dan memastikan menu telah dicek sebelum dibagikan.
  • Lima siswa mengalami muntah dan diare akibat dugaan keracunan MBG, dua di antaranya dirawat inap di RSIA IBI Surabaya dan kini masih dalam observasi tim medis.
  • Pemerintah Kota Surabaya bersama Dinas Kesehatan menunggu hasil laboratorium dari sampel MBG yang diperkirakan keluar dalam lima hingga tujuh hari untuk memastikan penyebab kejadian.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi buka suara soal adanya siswa di kawasan Tembok Dukuh yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (11/5/2026). Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah melakukan kroscek dan memanggil seluruh sekolah terkait adanya temuan tersebut.

Eri memastikan, sebelum dibagikan, menu MBG itu sudah dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Pengecekan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bau hingga rasanya.

“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam, terjadi kejadian ini,” kata Wali Kota Eri, Rabu (13/5/2026).

Eri mengatakan, saat ini Pemkot masih menunggu hasil laboratorium pasca kejadian diduga keracunan MBG. “Karena itu masih dilabkan, hasilnya seperti apa masih kita tunggu ya,” kata Wali Kota Eri.

Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh juga menyampaikan, saat ini Pemkot masih menunggu hasil laboratorium sampel MBG. Selain itu, ia menjelaskan, akibat kejadian itu ada dua siswa yang mengalami muntah dan diare sehingga harus dilakukan rawat inap di RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya.

“Sebelumnya tiga, pada Senin (11/5/2026) sore. Pagi tadi nambah dua siswa. Jadi total ada lima anak yang dirawat,” kata dr Billy.

Saat ini, lanjut dr Billy, kelima siswa tersebut masih dalam perawatan dan observasi oleh tim medis. Pemkot melalui Dinkes Surabaya juga akan terus melakukan pemantauan terkait kondisi kesehatan kelima siswa tersebut. “Skrining kesehatan juga telah dilakukan pada Senin lalu oleh tim dokter dari puskesmas,” ujarnya.

Terkait hasil laboratorium, dr Billy menambahkan, akan keluar pada lima hingga tujuh hari ke depan. Sampai saat ini, ia masih belum bisa memastikan penyebab keracunan yang dialami siswa tersebut sebelum hasil uji laboratorium keluar. “Masih menunggu hasilnya ya, di lab Kemenkes di Karang Menjangan. Hasilnya lima sampai tujuh hari,” pungkasnya.

Editorial Team