Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pj Wali Kota Batu Siap Disalahkan dalam Kasus Perundungan Anak
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Batu, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu Jawa Timur menjadikan kasus perundungan dan kematian yang dialami oleh RKA (12) sebagai perhatian serius. Kasus ini menjadi titik kelam dalam dunia pendidikan Kota Batu karena kelima pelaku juga merupakan siswa SMP.

Masyarakat menyalahkan peran pemerintah yang dianggap tidak mampu mencegah kejadian ini. Mereka menuntut tanggung jawab dari Pemkot Batu dan Dinas Pendidikan Kota Batu.

1. Pj Wali Kota Batu terima disalahkan dalam kasus perundungan menyebabkan kematian

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan, mereka menerima kesalahan dalam kasus ini dan akan bertanggung jawab atas kejadian memilukan tersebut.

"Jika masyarakat menyalahkan peran pemerintah, kami menerima itu sebagai bagian dari tanggung jawab kami. Namun, dalam hal ini ada proses hukum yang harus dilalui. Saya salut dengan Pak Kapolres dan seluruh jajarannya yang terus mendampingi keluarga dari pagi hingga malam hari di rumah sakit, termasuk di rumah duka. Kami berharap proses ini berjalan tuntas hingga masuk ke ranah pengadilan," terangnya saat hadir di konferensi pers di Mapolres Batu pada Sabtu (1/6/2024).

Meski demikian, Aries menegaskan bahwa Kota Batu masih merupakan Kota Layak Anak. Kejadian ini memang menjadi bagian dari introspeksi Pemkot Batu, tetapi bukan berarti Kota Batu tidak layak untuk anak.

2. Pj Wali Kota Batu mengatakan jika kejadian ini merupakan tanggung jawab semua pihak

Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Aries juga menegaskan bahwa kejadian ini bukan hanya tanggung jawab Pemkot Batu, Dinas Pendidikan Kota Batu, dan sekolah. Orang tua dan masyarakat juga harus ikut berperan dalam pengawasan anak-anak, karena pemerintah tidak bisa mengawasi anak-anak selama 24 jam.

"Beban ini bukan hanya beban pemerintah. Anak-anak dididik di lingkungan sekolah dari pagi sampai sore adalah tanggung jawab sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru. Setelah mereka keluar dari sekolah, tanggung jawab beralih kepada lingkungan dan keluarga. Maka, keterlibatan dalam proses pendidikan bukan hanya tugas guru, kepala sekolah, dan pemerintah saja, tetapi juga masyarakat," tegasnya.

3. Pemkot Batu minta peran aktif orang tua menjaga anak-anaknya

Konferensi pers kasus perundungan menyebabkan kematian di Kota Batu. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Lebih lanjut, Aries mengatakan bahwa kejadian ini menunjukkan pentingnya pendidikan, pengawasan, dan pendampingan anak oleh orang tua. Pemkot Batu terus berupaya dan tidak pernah bosan mengingatkan pentingnya pendidikan akhlak dan karakter, agar pergaulan anak sesuai dengan nilai-nilai kesantunan dan adab yang dijunjung tinggi oleh bangsa.

"Hal ini juga tidak lepas dari pengaruh teknologi. Oleh karena itu, kami berharap peran orang tua juga ikut membantu pemerintah dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka. Inilah yang kami harapkan," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article