Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pembongkaran Tugu Silat Dinilai Bermasalah, Polres Madiun Didemo
Massa mengatasnamakan Forum Komunikasi Pecinta Budaya Madiun unjuk rasa di depan Mapolres Madiun/ IDN Times/ Riyanto

Madiun, IDN Times - Ratusan warga yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Pecinta Budaya Madiun, menggeruduk Mapolres, Rabu (27/09/2023). Massa menuntut Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo, segera mengajukan mutasi atau pindah tugas ke tempat lain. Mereka menilai pembongkaran tugu perguruan silat selama ini bermasalah. 

1. Unjuk rasa mendapat pengawalan ketat

Mereka berorasi penertiban tugu dinilai bermasalah/ IND Times/ Riyanto

Terang saja unjuk rasa damai oleh Forum Komunikasi Pecinta Budaya Madiun tersebut mendapatkan pengawalan ketat, dari pihak aparat Polres Madiun, Polres Madiun Kota, dan TNI. Sampai saat ini para demonstran terus berorasi dibawah terik matahari yang menyengat.

Dalam orasinya korlap aksi Sujono mengatakan, berdasarkan perda yang ada, seharusnya yang melakukan penertiban bukan kepolisian tetapi Satpol PP.

"Kami menduga pembongkaran dilakukan dengan paksaan, namun seolah olah diberitakan secara sukarela. Kami juga mendapat informasi kalau ada penekanan dalam pembongkaran itu," katanya dalam orasi.

2. Pengunjukrasa bakal ajukan gugatan ke pengadilan

Forum Komunikasi Pecinta Budaya juga bengkan bener/ IDN Times/ Riyanto

Sujono korlap aksi juga menyampaikan keberatan dan bakal mengajukan gugatan ke pengadilan. Pasalnya, tugas Polri adalah selaku pengarah di bidang keamanan, dan ketertiban terkait dengan ruang lingkup internal.

"Kami menolak adanya pemaksaan pembongkaran tugu tugu pencak silat di Wilayah Kabupaten Madiun, sebagai bentuk keprihatinan masyarakat pelestari budaya bangsa khususnya bidang pencak silat," pungkasnya.

Setelah menyampaikan aspirasinya para pengunjuksara itu pun berakhir damai, tidak ada audiensi dalam aksi tersebut. Ratusan demonstran membubarkan diri dengan tertib. Arus lalu lintas dari arah Ponorogo Madiun kembali dibuka setelah semoat ditutup selama unjuk rasa berlangsung

3. Begini tangapan Kapolres Madiun

Usai menyampaikan orasi mereka membubarkan diri dengan tertib/ IND Times/ Riyanto

Sementara itu, Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo mengatakan jika penertiban tugu akan terus dilakukan, tidak hanya di Kabupaten Madiun tetapi di seluruh wilayah Jawa Timur.

"Sampai saat ini kurang lebih ada 475 tugu yang sudah ditertibkan di Jatim. Lalu di Kabupaten Madiun ada 77 tugu berada di fasilitas umum yang ditertibkan, baik ditertibkan maupun kesadaran diri atau sukarela," tegasnya.

Menurutnya, selama proses tidak ada masalah terkait regulasi tersebut. Dirinya juga tidak keberatan, jika peraturan itu sampai dibawa ke meja hijau.

"Silahkan saja digugat ke pengadilan, itu hak warga negara. Soal tuntutan mutasi saya kira ditujukan ke Polres Madiun kurang tepat. Seharusnya disampaikan ke Polda Jatim," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article