Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Patahan Surabaya Viral, Pakar Ungkap Fakta Sebenarnya
Pakar Geologi ITS Dr Ir Amien Widodo MSi mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir dan lebih kritis dalam menyikapi informasi kebencanaan yang beredar di media sosial. Dok. Humas ITS..
  • Video viral mengklaim ada patahan aktif baru di Surabaya, tetapi pakar ITS menegaskan keberadaan patahan tidak otomatis membuktikan aktivitas gempa.
  • Riset ITS dan Pusat Survei Geologi menemukan Patahan Surabaya serta Waru; jalur Surabaya-Sidoarjo-Bangkalan ada, namun belum terverifikasi sebagai patahan aktif.
  • Pakar meminta informasi kebencanaan mengacu kajian kredibel, sambil mendorong pemantauan tanah, peta rawan gempa, dan standar bangunan tahan gempa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

ITS dan Pusat Survei Geologi mempublikasikan penelitian peta patahan di Jawa Timur yang menemukan Patahan Surabaya dan Patahan Waru. Temuan itu sejalan dengan peta patahan Indonesia yang disusun Pusgen pada tahun yang sama.

Dalam tujuh hari

Video Instagram yang mengklaim adanya patahan aktif baru di Surabaya ditonton sekitar 476 ribu kali, menerima 15,1 ribu tanda suka, dan lebih dari 1.000 komentar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Informasi viral tentang “patahan aktif baru” di Surabaya diklarifikasi pakar geologi: patahan Surabaya, Waru, hingga jalur Surabaya-Sidoarjo-Bangkalan ada, tetapi belum terverifikasi sebagai patahan aktif.
  • Who?
    Dr Ir Amien Widodo, dosen luar biasa Teknik Geofisika ITS, ITS, Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, serta Pemerintah Kota Surabaya terlibat dalam isu dan tindak lanjut mitigasi.
  • Where?
    Struktur patahan yang dibahas melintasi Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan, Jawa Timur. Penelitian sebelumnya juga mengidentifikasi patahan Surabaya dan patahan Waru.
  • When?
    Isu mencuat setelah video Instagram beredar dan dalam tujuh hari ditonton sekitar 476 ribu kali. Peta patahan Jawa Timur dan peta Pusgen yang dirujuk dipublikasikan pada 2024.
  • Why?
    Narasi viral menjadi perhatian karena menyebut adanya patahan aktif baru, sementara status aktif struktur patahan memerlukan bukti ilmiah mengenai aktivitas atau pergerakannya.
  • How?
    Amien meminta informasi kebencanaan merujuk kajian ilmiah. Pemerintah daerah didorong menyiapkan pemantauan pergeseran tanah, peta kawasan rawan gempa, serta standar bangunan tahan gempa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ada video bilang Surabaya punya patahan aktif baru. Banyak orang melihatnya lalu takut. Pak Amien dari ITS bilang patahan di Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan memang ada, tapi belum pasti aktif. Jadi orang tidak perlu panik. Pemerintah diminta memantau tanah dan membuat bangunan lebih aman dari gempa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Klarifikasi ilmiah dari pakar ITS memberi ruang bagi masyarakat untuk memahami risiko gempa secara lebih tenang dan berbasis bukti. Penelitian peta patahan yang telah dilakukan juga menyediakan pijakan bagi pemantauan, pemetaan kawasan rawan, serta pembangunan yang memenuhi standar, sehingga isu viral dapat menjadi momentum penguatan literasi dan kesiapsiagaan kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kabar tentang keberadaan patahan yang melintasi Kota Surabaya mendadak bikin geger media sosial. Video yang mengklaim Surabaya memiliki “patahan aktif baru” bahkan telah ditonton ratusan ribu kali.

Namun, masyarakat diminta tidak buru-buru panik. Pakar geologi sekaligus dosen luar biasa Departemen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr Ir Amien Widodo menegaskan, keberadaan patahan tidak otomatis berarti patahan tersebut aktif dan siap memicu gempa.

Isu itu mencuat setelah sebuah akun Instagram mengunggah video mengenai patahan yang disebut melintasi Surabaya. Dalam tujuh hari, video tersebut telah ditonton sekitar 476 ribu kali, mendapat 15,1 ribu tanda suka dan lebih dari 1.000 komentar.

“Sudah tahukah kalian, Surabaya memiliki patahan aktif baru? Ini daerah yang dilintasinya,” tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

Narasi mengenai “patahan aktif baru” itulah yang kemudian menjadi perhatian. Sebab, menurut Amien, keberadaan struktur patahan di kawasan Surabaya memang bukan informasi baru dan telah menjadi objek penelitian ilmiah.

ITS bersama Pusat Survei Geologi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, sebelumnya telah melakukan penelitian mengenai peta patahan di Jatim yang dipublikasikan pada 2024. “Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat dua patahan yaitu patahan Surabaya dan patahan Waru,” ungkap Amien.

Dua struktur patahan tersebut disebut memiliki potensi aktif dan pernah mengalami pergerakan. Temuan tersebut juga disebut sejalan dengan peta patahan Indonesia yang disusun Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada 2024.

Namun, ada satu hal penting yang perlu digarisbawahi. Patahan yang melintasi Surabaya, Sidoarjo hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi sebagai patahan aktif. “Patahan yang melewati Surabaya, Sidoarjo, hingga Bangkalan memang ada, tetapi belum terverifikasi aktif,” tegas Amien.

Menurutnya, istilah “patahan” dan “patahan aktif” tidak bisa disamakan begitu saja. Sebuah patahan merupakan rekahan atau zona pergeseran pada kerak bumi. Sementara untuk mengategorikannya sebagai patahan aktif, diperlukan bukti ilmiah mengenai aktivitas atau pergerakan patahan tersebut.

“Kita harus memahami bahwa ada patahan yang aktif dan tidak aktif. Untuk menyebutnya sebagai patahan aktif, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut,” jelasnya.

Dengan kata lain, viralnya informasi mengenai patahan di Surabaya bukan berarti masyarakat harus bersiap menghadapi gempa besar dalam waktu dekat. Tidak ada dasar untuk menarik kesimpulan semacam itu hanya dari keberadaan sebuah patahan.

Amien pun mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan konten media sosial sebagai satu-satunya rujukan dalam memahami risiko kebencanaan.

Informasi mengenai bencana, menurut dia, harus dilihat berdasarkan sumber yang kredibel dan hasil kajian ilmiah. Masyarakat juga perlu membedakan antara fakta keberadaan struktur geologi dengan kesimpulan bahwa struktur tersebut aktif atau akan segera menimbulkan gempa.

Meski meminta masyarakat tidak panik, Amien justru mendorong Pemkot Surabaya tidak mengabaikan potensi risiko gempa. Kewaspadaan, kata dia, tetap diperlukan. Salah satunya dengan memperkuat sistem pemantauan pergerakan atau pergeseran tanah. “Pemerintah daerah dapat menyiapkan alat pendeteksi pergerakan atau pergeseran tanah sebagai bagian dari upaya pemantauan dan mitigasi,” katanya.

Selain alat pemantauan, pemerintah juga dinilai perlu memiliki peta kawasan rawan gempa yang menjadi acuan dalam pembangunan kota. Peta tersebut penting untuk menentukan tingkat risiko suatu wilayah sekaligus memastikan bangunan yang berdiri di kawasan berpotensi terdampak gempa memenuhi standar konstruksi tahan gempa.

Langkah tersebut dinilai jauh lebih penting daripada sekadar memperdebatkan informasi viral mengenai patahan. Sebab, risiko bencana tidak bisa dihapus hanya dengan menyangkal keberadaannya. Sebaliknya, risiko dapat ditekan melalui pemetaan, pemantauan, pembangunan yang sesuai standar dan kesiapsiagaan masyarakat.

Bagi Amien, informasi mengenai patahan seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat, bukan menjadi sumber kepanikan. Apalagi Surabaya merupakan kawasan perkotaan dengan kepadatan penduduk dan bangunan yang tinggi. Mitigasi sejak dini menjadi bagian penting untuk membangun kota yang lebih tangguh apabila sewaktu-waktu terjadi gempa.

Upaya tersebut sekaligus sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article