Malang, IDN Times - Jumlah pasien positif COVID-19 di Kota Malang kembali bertambah. Ada tambahan tiga orang positif per Senin malam (6/4). Ketiganya berasal dari Kecamatan Blimbing.
Pasien Positif COVID-19 di Kota Malang Bertambah 3 Dalam Sehari

1. Satu orang merupakan OTG
Dari tiga pasien baru yang terkonfirmasi positif COVID-19, satu di antaranya merupakan orang tanpa gejala (OTG). Pasien bersangkutan memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif lain. Meski tidak ada gejala klinis, hasil tes swab-nya positif.
"Sementara dua pasien lainnya masuk kategori mereka yang berisiko, belum OTG. Karena tak ada gejala secara klinis, maka menurut tim dokter ketiganya dilakukan isolasi mandiri," ucap Wali Kota Malang Sutiaji, Senin malam (6/4).
2. Siapkan lokasi untuk isolasi mandiri
Pemkot Malang akan segera menyiapkan satu lokasi khusus untuk isolasi mandiri pasien positif COVID-19. Hal itu dilakukan agar memudahkan tim Satgas Covid-19 Kota Malang untuk mengobservasi pasien secara berkala.
"Kami sampaikan, 57 kelurahan di kota Malang, semuanya ada Orang Dalan Pantauan (ODP). Jadi bisa digambarkan bahwa semua wilayah di Kota Malang zona merah. Kalau mau berpartisipasi untuk keamanan dan keselamatan kota, mari kita benar-benar lakukan social dan physical distancing," tegas Sutiaji.
3. Bakal lakukan tracing lanjutan
Usai muncul tiga tambahan pasien baru, tim Satgas COVID-19 bakal melakukan tracing. Riwayat perjalanan, serta kontak dari tiga pasien bersangkutan selama 14 hari ke belakang akan ditelusuri. Nantinya, mereka yang sempat terlibat kontak erat dengan pasien bersangkutan harus mengisolasi diri untuk sementara waktu.
"Kami akan segera lakukan tracing untuk mendata siapa saja yang sempat kontak erat dengan pasien," jelas juru bicara tim Satgas Covid-19 Kota Malang Husnul Muarif.
4. ODR di Kota Malang semakin tinggi
Sementara itu, berdasarkan data, ada penambahan 155 orang dalam resiko (ODR) di Kota Malang. Saat ini jumlah total ODR di Kota Malang mencapai 842 orang.
Sedangkan untuk OTG terdata sejumlah 51 orang. Lalu untuk ODP berjumlah 302 orang. Kemudian untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 51 orang dengan rincian tiga orang meninggal dunia, 14 orang sembuh, serta 34 lainnya sedang dirawat.