Sidoarjo, IDN Times - Total pasien dalam kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo mencapai 666 orang hingga Kamis (3/9/2026) pukul 06.00 WIB. Dari jumlah tersebut, sebagian besar pasien telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan dan observasi di sejumlah rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, berdasarkan pembaruan data hingga Kamis pagi, total pasien tercatat 666 orang. Tidak ada penambahan pasien sejak data terakhir pada Rabu (2/9/2026) malam.
“666 sampai dengan jam 06.00 tadi pagi,” ujar Lakhsmie saat di RS Siti Hajar Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).
Sebelumnya, berdasarkan data dengan cut off Rabu (2/9) pukul 22.00 WIB, jumlah pasien tercatat 664 orang. Saat itu, sebanyak 77 pasien masih menjalani rawat inap, 581 pasien telah keluar dari rumah sakit, sedangkan enam pasien masih dalam tahap observasi.
Namun, setelah dilakukan pembaruan data pada Kamis pagi, jumlah kumulatif pasien menjadi 666 orang. Lakhsmie menegaskan bahwa sejak Rabu malam tidak ada lagi penambahan pasien.
“Nggak ada,” ujarnya saat ditanya mengenai kemungkinan adanya penambahan pasien pada Rabu malam.
Untuk pasien yang masih mendapatkan perawatan, penanganan kini terpusat di sejumlah rumah sakit. Di antaranya RSUD Notopuro, RS Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RS Kasih Anwar Medika.
Lakhsmie menjelaskan, kondisi pasien yang masih menjalani perawatan relatif sama dan tidak ditemukan kasus dengan kondisi yang disebut lebih berat dibandingkan lainnya. Sebagian besar pasien masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi mereka benar-benar stabil sebelum diperbolehkan pulang.
“Banyakan itu memang untuk observasi. Jadi kita memang tidak tergesa-gesa, para dokter di sini, sehingga harus observasi,” jelasnya.
Dinkes Sidoarjo memperkirakan pasien yang masih menjalani perawatan dapat dipulangkan secara bertahap. Bahkan, para pasien yang tersisa di rumah sakit diharapkan sudah dapat pulang pada Kamis.
“InsyaAllah hari ini sudah bisa dipulangkan semua,” katanya.
Sebelumnya, ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan yang diduga berasal dari program MBG pada Selasa (1/9/2026). Para santri kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis.
