Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Minyak Goreng di Madiun Masih Mahal dan Mulai Langka
Pedagang keliling menata minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah ke dalam mobil bak terbuka di kawasan Desa Tungkop, Darussalam, Aceh Besar, Aceh, Kamis (6/1/2022). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Madiun, IDN Times – Harga minyak goreng di pasaran Caruban, Kabupaten Madiun masih tinggi dan di atas eceran tertinggi. Untuk komoditas jenis curah sekitar Rp19.000 per kilogram. Sedangkan untuk yang kemasan masih berkisar antara Rp18.000 hingga Rp19.500 per liter.

Harga itu berlaku meski pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah mengumumkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di pasar tradisional maupun ritel. Untuk jenis curah Rp11.500 per liter, kemasaran sederhana Rp13.500 dan kemasan premium Rp14.000. Kebijakan itu dijadwalkan berlaku mulai 1 Februari 2022.

1.Banyak pembeli mengurungkan niatnya

Ilustrasi minyak goreng di Pasar(IDN Times/Vadhia Lidyana)

Sri Puji Rahayu, salah seorang pemilik toko kelontong mengatakan bahwa kondisi ini berdampak pada penjualan. Menurut dia, sebagian besar pembeli mengurungkan niatnya untuk membeli minyak goreng. Sebab, mereka menilai harga sudah turun dengan rata-rata Rp 14 ribu per liter untuk jenis kemasan premium.

"Banyak yang menawar dengan harga Rp 14 ribu, tapi tidak saya kasih. Mereka akhirnya pergi," ucap dia, Selasa (8/2/2022).

2.Harga kulakan masih tinggi

ilustrasi minyak goreng. (IDN Times/Alfi Ramadana)

Sri lantas menjelaskan ihwal belum turunya harga minyak goreng yang dijual. Ini karena harga kulakannya masih tinggi, yakni Rp 227.000 dari distributor. Uang itu untuk pembelian per karton yang berisi 12 kemasan minyak goreng. Maka, harga per wadah plastik dengan kapasitas 1 liter Rp 18.900.

"Saya menjualnya Rp 19.500 per kemasan karena belum dapat kulakan yang harganya lebih murah," ujar Sri.

3. Keberadaannya mulai langka

ilustrasi minyak goreng curah (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Selain harga minyak goreng masih di atas HET, keberadaan komoditas itu di pasaran dinilai terbatas. Lina Marga, pemilik toko kelontong lain di Caruban mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng. “Saya tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan karena hanya mendapat tiga kemasan saja,” kata dia ditemui terpisah.

Jumlah minyak goreng yang terbatas dijualnya dengan harga di atas HET. Sebab, ia juga membelinya dari tengkulak dengan harga yang tinggi.

Editorial Team

Related Article