Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menteri Komdigi Resmikan AI Center UB

Menteri Komdigi Resmikan AI Center UB
Menteri Komdigi, Meutya Hafid saat mengunjungi UB. (Dok. Humas UB)
Share Article

Malang, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia (RI), Meutya Viada Hafid hadir pada Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat Dies Natalis Universitas Brawijaya (UB) ke-62 pada Minggu (05/01/2025) di gedung Samantha Krida. Dalam kesempatan tersebut, hadapan Ia menyampaikan orasi ilmiah tentang Ekonomi Digital: Peluang dan Tantangan Menuju Indonesia Emas.

1. Menteri Komdigi resmikan AI Center UB, diklaim pertama di kampus Indonesia

Menteri Komdigi, Meutya Hafid saat mengunjungi UB. (Dok. Humas UB)
Menteri Komdigi, Meutya Hafid saat mengunjungi UB. (Dok. Humas UB)

Saat berada di UB, Meutya Hafid meresmikan AI Center UB dengan menandatangani plakat AI Center dan menyampaikan lembar komitmen Pelatihan AI Microsoft untuk UB. Perempuan 48 tahun asal Bandung ini juga menyaksikan penyerahan komitmen Komdigi dan Microsoft dari Kepala BPSDM kepada Rektor UB.

"Untuk menghadapi revolusi digital, kita perlu kolaborasi multihelix melibatkan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas digital. Sehingga kolaborasi ini harus kita kembangkan untuk mendorong pengembangan ekonomi digital, tidak hanya di Malang tapi seluruh Indonesia. Saya bangga menjadi bagian dalam peluncuran AI Center di universitas pertama yang memiliki AI Center di Indonesia,” terangnya.

Tidak hanya peresmian AI Center UB, Meutya juga melakukan deklarasi anti judi online dan pinjaman online ilegal bersama Rektor UB. UB menyatakan komitmen kepada pemerintah dalam memerangi konten negatif yang menjatuhkan nilai secara ekonomi dan moral.

2. Indonesia targetkan jadi 5 besar negara dengan perekonomian terbesar pada 2025, minta dukungan UB untuk sektor digital

Menteri Komdigi, Meutya Hafid saat mengunjungi UB. (Dok. Humas UB)
Menteri Komdigi, Meutya Hafid saat mengunjungi UB. (Dok. Humas UB)

Meutya juga menyampaikan kalau Indonesia memiliki cita-cita menjadi negara maju dengan ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2045. Sehingga perlu adanya pertumbuhan ekonomi lebih dari enam persen setiap tahunnya.

Karena kini ekonomi memasuki dimensi baru yang dikenal sebagai ekonomi digital sebagai fondasi perubahan struktural membentuk masa depan. Sehingga layanan pemerintahan digital menjadi salah satu fokus presiden dan memerlukan tingkat keamanan dan integrasi layanan yang baik.

"Komdigi membuka diri untuk dibantu para akademisi UB dalam rangka menciptakan sebuah sistem pusat data nasional yang aman dan terpercaya," ujarnya.

3. Meutya percaya UB memiliki SDM bermutu untuk dukung ekonomi digital di Indonesia

Menteri Komdigi, Meutya Hafid saat mengunjungi UB. (Dok. Humas UB)
Menteri Komdigi, Meutya Hafid saat mengunjungi UB. (Dok. Humas UB)

Meutya meyakini kalau tranformasi digital menjadi tulang punggung utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan Indonesia memiliki potensi yang sangat tinggi. Ekonomi digital Indonesia diproyeksikan tumbuh 4 kali lipat pada tahun 2030, dan tidak hanya melibatkan sektor usaha besar, tapi dengan memberdayakan 64,2 juta UMKM. 

Sehingga ekonomi digital Indonesia bergantung pada penguatan 3 pilar diantaranya infrastruktur untuk menunjang kecepatan jaringan sampai infrastruktur pusat data, SDM digital, dan tata kelola. Jadi langkah strategis yang diambil antara lain memajukan ekosistem digital nasional, memperkuat riset dan inovasi, kemudian mengembangkan kemitraan lintas sektor untuk memperluas adopsi teknologi. 

"Saya percaya UB memiliki banyak SDM bermutu tinggi, jadi kami berharap tidak hanya berhenti di lingkungan universitas saja, tetapi kami mendorong UB melakukan tugas-tugas di luar scope universitas. Terrmasuk turut membangun bangsa melahirkan SDM bermutu di bidang digital," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama

Latest News Jawa Timur

See More

Masyarakat Sipil Jatim Demo Hari Ini, Mahasiswa Susul Rabu

15 Jun 2026, 07:53 WIBNews