Malang, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI), Saifullah Yusuf mengunjungi Al Hikmah Boarding School di Jalan Arjuno Dusun Sabrangbendo, Dwaa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Senin (19/5/2025). Kedatangan pria yang akrab disapa Gus Ipul ini untuk menandatangani MOU dengan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah, pasalnya sekolah ini akan jadi rujukan berdirinya Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
Mensos Bilang Sekolah Rakyat akan Banyak di Jawa, Karena Ini

1. Sekolah Rakyat rencana akan banyak dibangun di Jawa, karena kemiskinan terbanyak ada di sana
Gus Ipul dalam kesempatan tersebut mengatakan jika pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sudah berjalan dengan diawali 53 sekolah yang siap melaksanakan ajaran baru tahun ini. Pembangunan Sekolah Rakyat ini sepenuhnya dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.
"Kalau sudah dinyatakan layak, maka PU akan membuatkan perencanaan renovasi. Nah kami mulai rekrutmen guru, siswa, dan itu semua sudah mulai jalan. Sampai sekarang alhamdulillah lancar sesuai arahan Presiden. Dukungan dari Pemda dan juga swasta juga sangat kuat seperti dari Al Hikmah ini," terangnya.
Setelah 53 sekolah yang sudah siap memulai ajaran baru ini, selanjutnya ada 10 titik lagi Sekolah Rakyat yang akan dibangun. Keberadaan Sekolah Rakyat ini memang tengah dikebut, pasalnya Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan ada 100 Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026.
"Paling banyak di pulau Jawa, karena kemiskinannya memang di Jawa. Tetapi secara keseluruhan di setiap provinsi Indonesia ada," bebernya.
Sementara untuk jumlah siswanya, Gus Ipul mengatakan kalau setiap sekolah ada yang empat rombongan belajar (rombel). Artinya ada yang 100 siswa, ada yang 150 siswa, ada yang 200 siswa. Tergantung bagaimana nanti kondisi gedung sekolahnya masing-masing.
"Sekuat tenaga kami persiapan sesuai arahan Presiden. Kalau sekarang sudah sekitar 4-5 ribu siswa dengan 53 titik itu. Nanti dengan tambahan beberapa titik itu mudah-mudahan akan ada tambahan lagi untuk jumlah siswanya," ucapnya.
2. Sekolah Rakyat akan serap seribu guru pada tahun pertamanya
Mantan Wali Kota Pasuruan ini juga menyampaikan kalau pada tahun pertama ini, Sekolah Rakyat akan membutuhkan seribu guru. Kemudian jika ditambah Kepala Sekolah dan tenaga pendidik lainnya maka paling tidak membutuhkan sampai 1.600 tenaga pendidik.
"Kebutuhan guru untuk Kepsek itu ASN, dilakukan oleh Kemendikdasmen dan kami. Setelah itu guru prioritasnya adalah ASN. Kalau gak ada, maka PPPK baik yang penuh maupun paruh waktu. Kalau PPPK sudah gak ada, ada nanti rekrutmen khusus untuk PPG. Jadi ada tahapannya, kami sedang mematangkan terus," jelasnya.
Sementara untuk kualifikasi calon guru, akan dilakukan tes wawancara agar disesuaikan dengan rancangan proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat. Kemudian sebelum masuk akan ada semacam pelatihan untuk guru.
3. Pihak swasta juga akan dilibatkan dalam berdirinya Sekolah Rakyat
Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan jika akan ada keterlibatan pihak swasta dalam berdirinya Sekolah Rakyat. Ia mencontohkan Al Hikmah yang akan membantu membuat modul belajar. Al Hikmah juga memiliki aplikasi yang akan memudahkan dalam kolaborasi kurikulum yang sudah dibuat olah Kemendikdasmen.
"Kemendikdasmen membuat ada 2 kurikulum, yang satu kurikulum formal dan kurikulum pendidikan karakter. Karena ini boarding school jadi pendidikannya 24 jam," pungkasnya.