Tulungagung, IDN Times - Menjalani proses karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung, menjadi tantangan tersendiri bagi pasien positif COVID-19 maupun mereka yang dinyatakan reaktif rapid test. Para pasien ini harus berpisah dengan keluarga, hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
Perasaan rindu dan kangen keluarga tidak bisa mereka hindarkan. Secara psikologi kondisi ini menambah tekanan bagi mereka. Merespons hal ini, tim psikososial Tagana setempat melakukan inovasi dengan mendirikan bilik tombo kangen di lokasi karantina.
