Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masyarakat Tengger Peringati Hari Raya Karo, Gunung Semeru Ditutup
Panorama Ranu Kumbolo. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
  • Balai Besar TNBTS menutup jalur pendakian Gunung Semeru selama 12 hari, mulai 7 hingga 18 Agustus 2026, untuk menghormati perayaan Hari Raya Karo masyarakat Tengger.
  • Pendaki yang terdampak erupsi tahun 2025 dan jadwalnya bertepatan dengan masa penutupan dapat melakukan penjadwalan ulang melalui informasi resmi dari pihak TNBTS.
  • Meskipun pendakian ditutup, kawasan wisata dan area berkemah di Ranu Regulo tetap dibuka agar pengunjung tetap bisa menikmati suasana alam Bromo-Tengger-Semeru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyampaikan jika mereka akan menutup jalur pendakian Gunung Semeru selama beberapa hari. Penutupan ini untuk menghormati masyarakat Tengger yang tengah merayakan Hari Raya Karo Tahun 2026.

1. Gunung Semeru akan ditutup selama 12 harir

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan jika penutupan jalur pendakian Gunung Semeru ini sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan kegiatan adat masyarakat Tengger di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Penutupan jalur pendakian akan dimulai pada Jum’at, 7 Agustus 2026 sampai hari Selasa, 18 Agustus 2026.

"Jadi Pendakian terakhir akan dilaksanakan pada Kamis tanggal 6 Agustus 2026. Sehingga seluruh pendaki yang berada di jalur pendakian wajib telah kembali ke Ranupani paling lambat Jumat tanggal 7 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB," terangnya pada Jumat (3/7/2026).

Ia juga menjelaskan kalau kegiatan pendakian di Gunung Semeru kembali dibuka pada Rabu, 19 Agustus 2026. Jadi masyarakat bisa mulai melakukan pendaftaran lewat website bromotenggersemeru.id.

2. Pendaki bisa kembali melakukan reschedule

Ilustrasi pendaki Gunung Semeru (pixabay.com/Ady_Fauzan)

Rudi juga menjelaskan untuk pendaki terdampak erupsi Gunung Semeru pada tahun 2025 yang memilih jadwal reschedule bertepatan dengan masa penutupan Hari Raya Karo, diberikan kesempatan untuk melakukan penjadwalan ulang atau reschedule ke tanggal lain.

"Untuk mekanisme penjadwalan ulang akan diinformasikan lebih lanjut melalui nomor WhatsApp ketua rombongan yang terdaftar pada saat pemesanan. Jadi tidak perlu panik, karena nanti akan diberikan informasi lebih lanjut," jelasnya.

3. Meski Gunung Semeru ditutup, perkemahan di Ranu Regulo tetap bukar

Pemandangan di Ranu Regulo. (Dok. BB TNBTS)

Kendati jalur pendakian ke Gunung Semeru akan ditutup selama 12 hari, para pecinta alam yang ingin menikmati keindahan alam di kawasan Bromo-Tengger-Semeru tidak perlu risau. Pasalnya ada beberapa kawasan yang masih akan dibuka selama Hari Raya Karo 2026.

"Kegiatan kunjungan wisata dan berkemah di Ranu Regulo tetap dibuka selama pelaksanaan Hari Raya Karo. Jadi masyarakat bisa berkunjung untuk sekedar mengobati kangen," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article