Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Luluk Kritis, Khofifah Bawa Nama Jokowi-Prabowo, Risma Resik-Resik
Segmen debat ke satu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2024 menjadi ajang adu visi-misi antar tiga pasangan calon (paslon). (Dok. KPU Jatim).

Surabaya, IDN Times - Segmen debat ke satu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) 2024 menjadi ajang adu visi-misi antar tiga pasangan calon (paslon). Namun juga ada paslon yang membawa nama Presiden Joko 'Jokowi' Widodo hingga Presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Dalam visi dan misinya, paslon nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah - Lukmanul Khakim membeberkan sejumlah temuan. Mulai dari angka kemiskinan, stunting, pengangguran hingga anak putus sekolah. Ia menyebut kalau angkanya masih tinggi.

Luluk mengungkapkan bahwa Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Indonesia. "Jumlah penduduk miskin di Jawa Timur saat ini tertinggi di Indonesia, dengan lebih dari 1 juta orang yang masih menganggur," tegas Luluk.

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya jumlah pelaku UMKM yang memiliki legalitas formal. Dari 9,6 juta UMKM di Jarim hanya sekitar 1,5 juta yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Hal ini menurutnya merupakan hambatan bagi para pelaku usaha untuk berkembang lebih jauh dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Tak hanya itu, Luluk juga mengkritisi bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang seharusnya siap kerja, justru menjadi penyumbang terbesar pengangguran terbuka di Jawa Timur. "Anak-anak lulusan SMK, yang seharusnya siap kerja, ternyata menjadi penyumbang terbesar pengangguran terbuka di Jawa Timur," tambahnya.

Luluk pun bertekad jika terpilih memimpin Jatim, ia akan menuntaskannya bersama Lukman. Paslon yang diusung PKB ini berkomitmen menyediakan lapangan kerja yang luas, pupuk mudah bagi petani, pendidikan gratis, sembako murah, pemerintahan bersih tanpa korupsi dan tanpa pungli.

"Semua rakyatnya bahagia," tegas Luluk.

Sementara itu paslon nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak seolah tersulut dengan penyampaian Luluk. Khofifah langsung menyampaikan kalau Jatim unggul di berbagai sektor secara nasional.

Petahana ini menyebut kalau Jatim adalah lumbung langan nasional. Investasi di Jatim juga disebutnya menjadi salah satu yang tertinggi nasional. Hingga penggangguran terbuka yang diklaimnya lebih rendah dibandingkan angka nasional.

Capaian-capaian itu, kata Khofifah, tak lepas dari koordinasi dengan pemerintah pusat. Ia pun sempat menyebut nama Presiden Jokowi. Bahkan juga menyampaikan kalau yang ada sekarang akan berlanjut seiring dengan dilantiknya Presiden - Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka.

Khofifah pun bertekad mewujudkan cita-cita Indonesia emas bersama Prabowo - Gibran. Yakni dengan cara membawa Jatim maju dan berprestasi.

Sementara itu, paslon nomor urut 3, Tri Rismaharini - Zahrul Azhar Asumta Gus Hans lebih berfokus ke pemerintahan yang bersih. Menurut Cagub Risma, pemerintahan bersih ini menjadi modal untuk menjalankan birokrasi yang efisien dan berkualitas.

"Ini modal kami karena kalau semuanya bersih akan efisien dan berkualitas," katanya. Risma juga bertekad bersama Gus Hans untuk mengentaskan kemiskinan dan pendidikan gratis yang layak.

Diketahui dalam debat perdana yang digelar di Graha Unesa ini mengusung tema Transformasi Sosial dan Peningkatan Produktifitas Sumber Daya Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur. Sebanyak tujuh panelis yang dilibatkan seluruhnya akademisi.

Editorial Team

Related Article