Surabaya, IDN Times - Sejumlah massa yang mayoritas berasal dari pekerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Surabaya menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Rabu (8/7/2026). Mereka meminta agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanjutkan, sebab beberapa minggu libur para pekerja SPPG tak ada pemasukan.
Aksi demontrasi ini diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Mitra Dapur Generasi Emas Dpd HMD-gemas Kota Surabaya. Dalam aksi tersebut mereka turut membagikan sayuran kepada pengendara yang lewat dan menandatangani petisi dukungan terhadap program MBG.
Salah satu pegawai SPPG yang ikut dalam aksi ini adalah Wahid. Ia mengaku ikut aksi karena merasa program MBG memberinya pekerjaan.
"(Program MBG) banyak membantu mereka yang pengangguran lama, sangat membatu, sangat membuka lapangan kerja yang cukup banyak," ujarnya.
Wahid mengatakan, dapur MBG tempatnya bekerja libur selama tiga minggu. Ia yang dibayar harian ini pun tak mendapatkan pemasukan.
"Libur tiga minggu, kita gajinya harian, jadi kita gak ada pemasukan sama sekali, gajinya kurang lebih Rp100 ribu perhari," ucapnya.
Di samping itu, ia mendukung MBG karena program ini baik untuk anak-anak. Apalagi, selama ini anak-anak merasa senang ketika MBG tiba di sekolah. "Di sekolah, banyak sekali anak yang mendukung kita, mereka suka kalau kita datang membagikan MBG," kaya Wahid.
Pegawai SPPG lain yang juga ikut dalam aksi ini adalah Ratna. Pegawai SPPG Bubutan itu mengaku ikut demo karena banyak tanggungan. Dia ingin SPPG dilanjutkan.
"(Ikut demo) ya biar lanjut aja programnya. Ya kan saya banyak tanggungan juga," ungkap dia.
Setidaknya ada delapan tuntutan yang mereka bawa dalan aksi tersebut. Berikut delapan tuntutannya:
1. Dukung MBG berlanjut
2. Buka diskusi dengan mitra
3. Kaji ulang moratorium dapur
4. Operasionalkan dapur 3T
5. Dukung pemberantasan korupsi di BGN
6. Berikan kepastian dan payung hukum program MBG
7. Perbaikan tata kelola kelembaban BGN dari pimpinan pusat sampai daerah
8. Wujudkan keberpihakan dan kesejahteraan relawan UMKM
