Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lenis Tegaskan Kondisi Papua Sudah Mulai Mereda
Default Image IDN

Surabaya, IDN Times - Staf Khusus Kepresidenan untuk Papua, Lenis Kogoya meminta kalau konflik yang terjadi melibatkan mahasiswa dan warga Papua agar tidak dibesar-besarkan. Dia mengajak agar kasus ini tidak terus dibahas sehingga bisa memadamkan amarah yang ada saat ini.

"Jadi besok-besok gak ada lagi. Jadi masalah ini kita tutup. Masalah ini tutup aja, gak usah dibahas itu, cukup kita bicarakan untuk strategi aja, bagaimana kita membangun bangsa," ujarnya usai pertemuan dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Selasa (20/8).

1. Kalau ada yang membesarkan masalah disebutnya oknum

Lenis mengatakan, kalau ada yang terus membahas dan membesarkan masalah ini dan menimbulkan konflik bukan mewakili warga Papua. Dia menegaskan itu hanyalah oknum.

"Kalau bicarakan besarkan malah jadi masalah. Pokoknya persoalan ini jangan dibesar-besarkan. Kalau ada yang besarkan itu oknum. Siapa dia nah kita hatus minta keamanan periksa siapa dia itu. Kalau masalah selesai, selesai," tegasnya.

2. Sudah minta tolong ke kepala suku redam massa

Lenis mengaku sudah menyampaikan kepada kepala suku agar melarang untuk turun ke jalan hingga merusak fasilitas. Dia menyebut, permintaannya itu sudah disetujui oleh kepala suku dan segera diteruskan kepada semua warga Papua.

"Papua mereka hari ini mau turun di Wamena, tapi begitu dengar saya sudah larang, mereka mundur" kata Lenis.

3. Gejolak tersisa di Sorong saja

Lebih lanjut, Lenis menambahkan, sejak adanya permintaan maaf dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terkait adanya dugaan lontaran rasis oleh oknum, kondisi di Papua sudah mereda. Dia mendapat laporan, sekarang gejolak yang ada hanya di Sorong Selatan.

"Di Sorong Selatan, Papua sudah tidak ada lagi, sudah tidak ada lagi demo," ucapnya

4. Ajak saling memaafkan

Tak lupa, Lenis juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko "Jokowi" Widodo kepada para mahasiswa Papua di Jatim. Ia mengajak agar semua bisa saling memaafkan.

"Mari saling memaafkan. Ada kesalahan di mana karena anak bangsa yang sama. Jadi jangan sampai ada yang sakit hati. Maksudnya ada ketersinggungan bagaimana pun kita saling memaafkan," pungkasnya.

1. Kalau ada yang membesarkan masalah disebutnya oknum

Default Image IDN

 

Lenis mengatakan, kalau ada yang terus membahas dan membesarkan masalah ini dan menimbulkan konflik bukan mewakili warga Papua. Dia menegaskan itu hanyalah oknum.

"Kalau bicarakan besarkan malah jadi masalah. Pokoknya persoalan ini jangan dibesar-besarkan. Kalau ada yang besarkan itu oknum. Siapa dia nah kita hatus minta keamanan periksa siapa dia itu. Kalau masalah selesai, selesai," tegasnya.

2. Sudah minta tolong ke kepala suku redam massa

Default Image IDN

 

Lenis mengaku sudah menyampaikan kepada kepala suku agar melarang untuk turun ke jalan hingga merusak fasilitas. Dia menyebut, permintaannya itu sudah disetujui oleh kepala suku dan segera diteruskan kepada semua warga Papua.

"Papua mereka hari ini mau turun di Wamena, tapi begitu dengar saya sudah larang, mereka mundur" kata Lenis.

3. Masih ada gejolak di Sorong

Default Image IDN

 

Lebih lanjut, Lenis menambahkan, sejak adanya permintaan maaf dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa terkait adanya dugaan lontaran rasis oleh oknum, kondisi di Papua sudah mereda. Dia mendapat laporan, sekarang gejolak yang ada hanya di Sorong Selatan.

"Di Sorong Selatan, Papua sudah tidak ada lagi, sudah tidak ada lagi demo," ucapnya

4. Ajak saling memaafkan

Default Image IDN

 

Tak lupa, Lenis juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko "Jokowi" Widodo kepada para mahasiswa Papua di Jatim. Ia mengajak agar semua bisa saling memaafkan.

"Mari saling memaafkan. Ada kesalahan di mana karena anak bangsa yang sama. Jadi jangan sampai ada yang sakit hati. Maksudnya ada ketersinggungan bagaimana pun kita saling memaafkan," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article