Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lebih 100 Titik Api Karhutla Gunung Arjuno, 57 di Antaranya di Malang
Kondisi karhutla di Gunung Arjuno. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)
  • UPT Tahura Raden Soerjo mencatat lebih dari 100 titik api karhutla di Gunung Arjuno-Welirang, dengan 57 titik berada di Kabupaten Malang dan diduga merembet dari Pasuruan.

  • Tim gabungan memusatkan pemadaman darat di Budug Asu, Sabana, dan Bukit Lincing melalui sekat bakar, penimbunan bara, serta pemotongan pohon tumbang untuk menahan perambatan api.

  • Sebanyak 56 personel menghadapi medan curam dan ekstrem yang hanya bisa dilalui пешjalan kaki; kebutuhan mendesak mencakup logistik serta tambahan jalur penanganan melalui Desa Tawangargo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Malang, IDN Times - UPT Tahura Raden Soerjo melaporkan jika terpantau lebih dari 100 titik api dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Arjuno-Welirang. Hingga saat ini, upaya pemadaman terus dilakukan meskipun api terus meluas.

1. BPBD Kabupaten Malang melaporkan 57 titik api di wilayah Kabupaten Malang

Kondisi karhutla di Gunung Arjuno. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan melaporkan jika berdasarkan hasil monitoring dan pemantauan kebakaran hutan dan lahan di Kawasan Tahura Raden Soerjo, jumlah hotspot di Wilayah Kabupaten Malang ada 57 titik. Titik api ini tersebar di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari; Bukit Lincing yang ada di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang; dan Sabana.

"Sumber api merupakan rembetan dari wilayah Pasuruan. Sementata prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini masih dalam proses pendataan dan penanganan pemadaman sesuai hasil pemantauan Tim Assesment di lapangan," terangnya pada Rabu (21/10/2026).

2. Pemadaman difokuskan pada wilayah Puncak Budug Asu

Operasi pemadaman karhutla Gunung Arjuno. (Dok. BPBD KABUPATEN MALANG)

Sadono menjelaskan kalau tim gabungan pemadaman saat ini melakukan operasi pemadaman darat dengan fokus pembuatan sekat bakar, penimbunan bara api yang masih terdapat pada pohon maupun area terdampak, serta pemotongan pohon tumbang yang berpotensi menyebabkan perambatan api ke area yang belum terbakar. Sementara wilayah operasi pemadaman di fokuskan di wilayah Bukit Budug Asu yang ada di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Sabana, dan Bukit Lincing du Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang.

"Kebutuhan yang mendesak saat ini adalah dukungan logistik untuk personil di jalur Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso. Kemudian penambahan jalur penanganan karhutla melalui Desa Tawangargo," ujarnya.

3. Kendala tim darat adalah medan yang curam dan ekstrem

Karhuta Arjuno Welirang. (Dok. Istimewa)

Sadono juga mengungkapkan jika saat ini hanya ada tim gabungan yang bekerja lewat jalur darat saja yang bisa dikerahka melaksanakan operasi pemadaman dengan pembuatan sekat bakar serta penimbunan bara api yang masih terdapat pada pohon dan area terdampak. Oleh karena itu, mereka mengalami kendala kondisi medan yang akstreme.

"Kondisi lokasi yang curam hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di titik pemadaman. Saat ini ada 56 personil gabungan (Polhut, Manggala Agni, MPA, IOF, Relawan, Hippam) yang melaksanakan proses pemadaman darat serta pemantauan," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article