Program Expressbility JNE Surabaya. (Dok. Jnewsonline.com
Dikutip dari JNews online, JNE sendiri saat ini tengah menggagas program “Expressbility”, yakni program rekrutmen untuk penyandang disabilitas. Program ini digagas Cabang Utama Surabaya, Jawa Timur Kini tercatat sudah ada dua karyawan disabilitas yang bekerja di bagian kurir antar (delivery).
Learning Development Staff JNE Surabaya, M. Mizan Zulmi mengatakan, Program Expressbility mulai digagas sejak Agustus 2023 dan dimulai pada Oktober 2023, ditandai dengan merekrut 2 karyawan disabilitas pada bagian kurir delivery. Menurutnya, para penyandang disabilitas bila diberi kesempatan bekerja, mereka bisa menunjukkan skill dan semangat tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
“Program ini digagas oleh Departemen Human Capital JNE Surabaya, di mana kolaborasi bagian Learning Development Staff dan Talent Acquisition Staff,” ujar Mizan.
Tujuan dari program Expressbility antara lain adalah memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas di dunia kerja seperti yang lainnya, mengingat tingkat keterserapan penyandang disabilitas di dunia kerja saat ini belum tinggi.
"Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan keberagaman dan kesetaraan di lingkungan kerja yang akan berdampak pada motivasi kerja karyawan," jelasnya.
Perekrutan penyandang disabilitas dilakukan dengan beberapa cara, seperti dari job posting pada beberapa platfrom termasuk mengikuti job fair. Selain itu bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja dan Dinas Tenaga Kerja yang memiliki informasi terkait penyandang disabilitas yang telah terlatih dan memiliki kompetensi tertentu.
"Perkerutannya sendiri dilakukan tentunya harus mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas sesuai dengan jenis disabilitasnya. Misalnya mereka yang harus memakai kursi roda, tongkat atau alat bantu dengar dan lain sebagainya,” terang Mizan.
Kemudian kriteria rekrutmen penyandang disabilitas untuk satu jabatan disesuaikan dengan keterbatasan serta kemampuan yang dimiliki. Selain ditempatkan pada bagian operasional, penyandang disabilitas juga ditempatkan pada bagian backoffice/administasi jika memang ada kebutuhan.
"Saat ini karyawan disabilitas yang bekerja di JNE Surabaya adalah Sirilius Siko dan M. Zamroni. Keduanya bekerja pada bagian operasional, tepatnya pada bagian kurir delivery," kata dia.
Ia berharap cabang JNE di kota lain bisa meniru program tersebut. Sehingga bisa memberkan kesempatan yang sama kepada para penyandang disabilitas.
"Harapan kami, langkah ini juga bisa ditiru oleh kantor cabang JNE lainnya sehingga bisa memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk menggapai masa depan yang lebih cerah dengan mereka bisa mandiri dan bekerja mencari nafkah,” tandas dia.
Apa yang dilakukan JNE ini sesuai dengan amanat UU No. 8 Tahun 2016 tentang penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas.