Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KSOP: KM Virgo Transport 8 Laik Laut Sebelum Berlayar
Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maung. (IDN Times/Khusnul Hasana)
  • KSOP Tanjung Perak menyatakan KM Virgo Transport 8 telah memenuhi aspek kelaiklautan teknis dan kru sebelum berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin.
  • Sertifikat keselamatan kapal diperiksa pada 7 Juni 2026 dan berlaku hingga Februari 2027, sedangkan verifikasi lambung serta permesinan berlaku sampai Mei 2027.
  • Saat kapal hilang kontak 13 September 2026, 114 dari 243 penumpang telah dievakuasi—108 selamat dan 6 meninggal—sementara 129 lainnya masih dicari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Berikut adalah hasil penyuntingan dan perbaikan artikel agar lebih rapi, sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia (KBBI dan PUEBI/EYD), serta nyaman dibaca:

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak memastikan bahwa Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 telah menjalani pemeriksaan sebelum berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Banjarmasin. Dari hasil pemeriksaan tersebut, kapal dinyatakan memenuhi syarat dan laik laut.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maung, menyampaikan bahwa seluruh aspek kelaiklautan kapal telah terpenuhi sebelum berlayar. KM Virgo Transport 8 memiliki sertifikat keselamatan yang telah diperiksa pada 7 Juni 2026 dan berlaku hingga Februari 2027.

"Kapal juga sudah diverifikasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia untuk bagian lambung dan permesinan yang berlaku sampai Mei 2027. Jadi, kapal dinyatakan laik laut sebelum berangkat," ujar Agustinus di Posko Terpadu Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (14/9/2026).

Selain kondisi teknis kapal, kesiapan sumber daya manusia (SDM) pada kapal tersebut juga telah diperiksa.

"Semua persyaratan kelaiklautan sudah terpenuhi, baik kondisi teknis kapal maupun SDM-nya. Nahkoda dan seluruh kru dinyatakan layak, baru kemudian kami terbitkan Surat Persetujuan Berlayar," tambahnya.

Mengenai cuaca saat kapal dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026), Agustinus menjelaskan bahwa BMKG tidak mengeluarkannya peringatan dini cuaca buruk di perairan Laut Jawa pada hari tersebut.

"Prakiraan cuaca yang kami terima untuk pekan ini menunjukkan ketinggian gelombang di perairan Laut Jawa berkisar antara 1,5 hingga 2 meter. Untuk kapal berukuran gross tonnage (GT) 8.540 seperti KM Virgo Transport 8, kondisi cuaca tersebut masih tergolong aman untuk dilayari," jelasnya.

Agustinus menegaskan bahwa prakiraan cuaca dari BMKG selalu menjadi rujukan utama bagi KSOP. Jika ada peringatan cuaca buruk, pelayaran dipastikan tidak akan diizinkan.

"Jika ada potensi gelombang tinggi atau instruksi peringatan dini dari BMKG, kami akan menghentikan seluruh pelayaran dan tidak memberikan izin berlayar," tegasnya.

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin dilaporkan mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk pada Minggu (13/9/2026). Untuk mendukung operasi penyelamatan, tim SAR menurunkan 1 unit helikopter, 3 unit KN Basarnas, 1 unit RIB, 4 unit KRI TNI AL, serta beberapa armada pendukung lainnya.

Berdasarkan data per 14 September 2026, dari total 243 penumpang dan kru, sebanyak 114 orang telah dievakuasi (108 selamat dan 6 meninggal dunia), sedangkan 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

Curated For You

Editorial Team

Related Article