Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klaster COVID-19 Asrama Haji, Peserta Tersebar Hingga Bali dan NTT
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Surabaya, IDN Times - Proses pelacakan terhadap peserta pelatihan calon petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, terus berlanjut. Temuan terbaru, ternyata peserta pelatihan tersebut tak hanya berasal dari daerah di Jawa Timur. Setelah ditelusuri ternyata ada peserta yang datang dari Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

1. Tracing kepada 413 orang sudah dilakukan

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Kabar ini disampaikan oleh Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim dr Kohar Hari Santoso. Kohar mengatakan, pihaknya sudah melakukan pelacakan kepada peserta dan pihak-pihak yang hadir di acara yang diselenggarakan pada 9-18 Maret 2020 itu.

"Kami melakukan tracing lagi dan kami mendapatkan nama-nama tersebut. Sekarang sudah dalam pemantauan kami," ujar Kohar saat konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (28/3).

2. Ada yang dari NTT dan Bali

(Ilustrasi virus corona) IDN Times/Arief Rahmat

Setelah data sekitar 413 peserta dilacak, rupanya ditemukan beberapa peserta yang berasal dari Bali dan NTT. Memang, Asrama Haji Sukolilo biasanya juga digunakan sebagai embarkasi dan debarkasi oleh jemaah dari Bali dan NTT.

"Ternyata peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Di Jawa Timur, juga ada dari Bali dan Nusa Tenggara Timur," tuturnya.

3. Peserta di Jatim tersebar di berbagai wilayah

Ilustrasi virus corona. IDN Times/Sukma Shakti

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan berbagai daerah di Jatim. Kohar menyebutkan, ada Tulungangung, Blitar, Sidoarjo, Kabupaten Kediri, Tuban, dan Nganjuk. Tentu hal ini menjadi kekhawatiran virus corona dapat menyebar di daerah yang masih zona kuning seperti Nganjuk, Tuban, dan Tulungagung.

"Jadi kami sudah kontak satu-satu. Karena mereka banyak yang merupakan tenaga kesehatan, jadi cukup paham untuk melakukan isolasi mandiri," ungkapnya.

4. Jejak penyebaran virus corona di pelatihan calon petugas haji

Ilustrasi Virus Corona (IDN Times/Reja Gussafyn)

Sebelumnya, jejak penyebaran virus corona di pelatihan calon petugas haji terungkap setelah salah seorang peserta meninggal dunia karena positif COVID-19. Pasien ini adalah warga Blitar yang menjadi dosen di IAIN Kediri. Dia meninggal dunia saat dirawat di RSUD Kabupaten Kediri.

Hingga Sabtu (28/3), sudah ada 6 peserta pelatihan tersebut yang dinyatakan positif COVID-19. Sedangkan 14 lainnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Curated For You

Editorial Team

Related Article