Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Khofifah Ikut Kawal Polemik Penahanan Ijazah di Surabaya
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Surabaya, IDN Times - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa buka suara soal polemik dugaann penahanan ijazah oleh perusahaan UD Sentoso Seal terhadap sejumlah karyawan. Ia pun turut mengawal kasus tersebut. 

Khofifah mengaku, ia telah menghubungi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi terkait polemik ini. Ia juga telah mengontak Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak soal laporan yang dilayangkan sejumlah pekerja 

"Ya, saya sudah kontak Pak Kapolres saya sudah kontak Mas Eri dan Mas Eri sudah melaporkan ke Polres Tanjung Perak. Karena gudang ini ada di Tanjung Perak. Kewenangannya ada di Polres Tanjung Perak," ujar Khofifah, Sabtu (19/4/2025).

Khofifah mengatakan, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans Jatim) sejak awal telah terlibat dalam polemik tersebut. Terutama soal pengawasan. "Kan ada pengawas ketenaga kerjaan. Pengawas ketenaga kerjaan itu sudah terlibat dari awal," ungkap Khofifah. 

Khofifah menyebut, temuan terbaru bahwa UD Sentoso Seal juga tidak memiliki Nomor Izin Berusaha (NIB). Perizinan berada di tangan Pemkot Surabaya. "Jadi misalnya yang sekarang ini gudang itu rupanya terkonfirmasi tidak berizin. Hal-hal ini kan perizinannya di Surabaya, tapi Pak Eri sudah terkonfirmasi," katanya. 

Kini, Khofifah juga tengah menunggu proses hukum yang sedang bergulir di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Kita menunggu proses update dari Polres Tanjung Perak," pungkas dia. 

Sebelumnya, puluhan mantan karyawan UD Sentoso Seal melakukan pelaporan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak soal penahanan ijazah yang dilakukan oleh perusahaan pada Kamis (17/4/2025) lalu. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi turut mendampingi pelaporan tersebut.

Kasus ini ramai setelah Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji melakukan sidak di gudang kawasan Margomulyo yang berujung pada laporan polisi oleh pemilik. Sejumlah pihak pun ikut tutun tangan, mulai dari DPRD Kota Surabaya hingga Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer.

Curated For You

Editorial Team

Related Article