Gresik, IDN Times – Rumah kosong hingga bangunan yang tampak tak berpenghuni ternyata tetap menjadi sasaran petugas dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur (Jatim) menegaskan, setiap bangunan wajib didatangi demi memastikan tidak ada aktivitas ekonomi yang terlewat dalam pendataan nasional.
Pantauan IDN Times di RT 17 RW 14 Perumahan De Naila Village, Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Rabu (8/7/2026), menunjukkan sebuah rumah yang telah lama kosong dan mulai mengalami kerusakan tetap ditempeli stiker Sensus Ekonomi oleh petugas BPS.
Langkah tersebut sempat memunculkan pertanyaan warga, mengingat bangunan itu tidak lagi dihuni maupun digunakan untuk aktivitas usaha.
Ketua Tim Pelaksana Kegiatan SE2026 BPS Jatim, Ike Rahayu menjelaskan bahwa pendataan bangunan kosong merupakan bagian dari metode pendekatan kewilayahan yang diterapkan dalam Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, petugas diwajibkan mendatangi seluruh bangunan di wilayah tugas tanpa terkecuali agar cakupan pendataan benar-benar lengkap. "Bangunan kosong tetap didata dalam Sensus Ekonomi 2026 karena adanya pendekatan kewilayahan yang bertujuan menjamin cakupan pendataan yang lengkap dan tuntas," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ike menjelaskan, pendataan bangunan kosong berfungsi sebagai kontrol agar tidak ada wilayah yang terlewat saat sensus berlangsung. Dengan cara itu, BPS dapat memastikan setiap bangunan telah diperiksa langsung di lapangan.
Selain itu, petugas juga harus memastikan apakah benar tidak ada aktivitas ekonomi di dalam bangunan tersebut. Sebab, bangunan yang terlihat kosong dari luar belum tentu tidak digunakan sebagai tempat usaha.
"Petugas harus memastikan status bangunan secara de facto di lapangan agar tidak ada usaha tersembunyi yang terlewatkan," katanya.
Pendataan tersebut juga menjadi bagian dari proses pemutakhiran data awal atau prelist. Apabila sebelumnya suatu bangunan tercatat memiliki usaha, tetapi saat sensus dilakukan usahanya sudah berhenti beroperasi, maka statusnya akan diperbarui agar basis data BPS tetap akurat.
Tak hanya itu, setiap bangunan yang didatangi, termasuk bangunan kosong, akan diberi nomor urut bangunan, dilakukan geotagging atau pencatatan titik koordinat, serta dipetakan dalam peta kerja BPS sebagai bagian dari penguatan data spasial.
Penempelan stiker sensus di bangunan kosong juga memiliki fungsi administratif. Stiker tersebut menjadi bukti bahwa petugas telah melakukan kunjungan secara door to door. Pada kolom "Total Usaha di Bangunan", petugas akan mengisi angka 0 apabila dipastikan tidak terdapat aktivitas usaha.
Ike menambahkan, petugas sensus tidak mendata secara acak. Seluruh kegiatan lapangan mengacu pada daftar awal atau prelist, yakni daftar rumah tangga maupun usaha yang dihimpun dari berbagai survei dan kegiatan pendataan BPS sebelumnya.
"Jadi intinya petugas itu jalan berdasarkan prelist, yaitu daftar rumah tangga atau usaha yang diperoleh dari berbagai survei maupun kegiatan pendataan sebelumnya," pungkasnya.
