Surabaya, IDN Times - Malam perayaan 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya tercoreng akibat insiden terorisme. Bukan ledakan yang fantastis, tapi aksi individu yang cukup dramatis. Dua anggota SPKT Polsek Wonokromo diserang oleh lelaki kelahiran Sumenep bernama Imam Musthofa.
Kala memasuki kantor kepolisian, ia berkedok sebagai masyarakat yang hendak melaporkan suatu perkara. Jarum jam menunjukkan pukul 16.45 WIB ketika diterima oleh bagian SPKT. Dia membawa tas gendong yang ternyata di dalamnya berisikan senjata tajam.
Setelah dilihatnya peluang, pada 17.00 WIB, ia meloncat sembari menyerang petugas dengan celurit. Aiptu Agus Sumartoni harus mendera luka di tangan, pipi sebelah kanan, dan kepala bagian belakang. Briptu Febian juga menjadi korban. Dalam kondisi bersimba darah, mereka segera dilarikan ke RS RKZ Surabaya.
