Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kepada Hakim, Dhani Salahkan Rezim hingga Ragukan Netralitas Polisi

Kota Surabaya
Kepada Hakim, Dhani Salahkan Rezim hingga Ragukan Netralitas Polisi
IDN Times/Fitria Madia
Share Article

Surabaya, IDN Times - Di tengah persidangan yang tengah berlangsung, terdakwa kasus pencemaran nama baik, Ahmad Dhani Prasetyo sempat menyalahkan rezim pemerintahan hingga meragukan netralitas polisi. Hal tersebut ia sampaikan kepada majelis hakim di Pengadilan Negeri Kota Surabaya, Selasa (2/4).

  1. 1. Merasa dirinya adalah korban

    IDN Times/Fitria Madia
    IDN Times/Fitria Madia

    Dhani awalmya menjawab pertanyaan dari salah satu hakim, Rochmad yang menanyai apakah ia merasa bersalah atau tidak atas ujaran "idiot"nya yang berujung di meja hijau tersebut. Dhani pun dengan tegas merasa tidak menyesali perbuatannya.

    "Perasaannya ya gak enak. Tapi menurut saya pribadi ya seharusnya gak jadi masalah. Saya kan korban sebenarnya," jawab Dhani.

  2. 2. Berharap rezim berganti untuk laporkan polisi

    IDN Times/Fitria Madia
    IDN Times/Fitria Madia

    Namun rupanya tidak sampai di situ saja. Dhani melanjutkan kalimatnya dengan harapan kekecewaan terhadap polisi dan berharap rezim pemerintahan berganti.

    "Kalau rezim ini berganti mungkin kita bisa melaporkan polisinya juga karena polisinya membiarkan itu terjadi," lanjutnya.

  3. 3. Hakim menantangnya untuk melaporkan

    IDN Times/Fitria Madia
    IDN Times/Fitria Madia

     

    Mendengar pernyataan tak terduga tersebut, Rochmad kembali mencecarnya dengan pertanyaan. Ia menanyakan mengapa Dhani tidak langsung saja melaporkan pihak polisi yang dirasa merugikan dirinya.

    "Gak usah nunggu rezim. Hukum ini kan untuk seluruh warga Indonesia dan berlaku sama. Kalau laporannya benar, laporkan saja, gak usah sungkan," tutur Rochmad.

  4. 4. Kerap tidak diizinkan melakukan kegiatan di Surabaya

    Dok. IDN Times/Istimewa
    Dok. IDN Times/Istimewa

    Alih-alih menjawab tantangan tersebut, Dhani malah "curhat colongan" kepada sang hakim. Meski tak berhubungan dengan materi persidangan, Dhani menceritakan bagaimana sulitnya ia berhubungan dengan kepolisian.

    "Polisi sekarang jelas saya saja, kalau boleh curhat. Saya diundang dakam satu diskusi di Surabaya. Selama ada nama saya jadi narasumber, tidak izin. Termasuk konser saya. Padahal tidak ada saya cuma menyanyikan lagu-lagu saya," celotehnya.

  5. 5. Ragukan netralitas polisi

    IDN Times/Fitria Madia
    IDN Times/Fitria Madia

    Bahkan, Dhani menuding kepolisian saat ini sudah tidak netral. Dhani merasa polisi bertindak demikian lantaran ia merupakan calon anggota legislatif dapil Jatim dari partai oposisi, Partai Gerindra.

    "Intinya polisi tidak mau ada nama saya di mana pun di Surabaya selama pencalegan saya. Saya memang meragukan netralitas polisi. Tentunya partai saya kan cukup bersinar. Mungkin ada partai yang berkuasa di Surabaya merasa terganggu," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More