Magetan, IDN Times – Harga cabai di Pasar Sayur Magetan kembali naik. Kondisi kemarau yang berkepanjangan mulai berdampak terhadap hasil panen petani sehingga pasokan cabai ke pasar berkurang. Harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp68 ribu hingga Rp72 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya harga komoditas tersebut masih berada di kisaran Rp50 ribuan per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada jenis cabai lainnya. Cabai keriting kini mencapai sekitar Rp40 ribu per kilogram, naik dari Rp32 ribu-Rp34 ribu. Sedangkan cabai besar berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp25 ribu-Rp28 ribu.
Kemarau, Harga Cabai di Magetan Tembus Rp72 Ribu per Kiliogram

1. Tanaman cabai banyak kering, panen ikut berkurang
Pedagang Pasar Sayur Magetan, Asminah, mengatakan kenaikan harga cabai mulai terasa sekitar lima hari terakhir. Menurutnya, kemarau membuat tanaman cabai milik petani mengalami kekeringan sehingga tidak seluruhnya bisa dipanen. “Karena musim kemarau itu cabainya banyak yang kering, jadi tidak jadi (panen),” kata Asminah, Rabu (9/9/2026).
Menurut Asminah, pasokan cabai sebenarnya masih masuk ke pasar. Namun, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan kondisi normal. Stok yang tersedia di tingkat pedagang masih relatif mencukupi, meski kiriman dari pemasok mulai berkurang.
Kenaikan harga tersebut juga mulai memengaruhi daya beli. Asminah menyebut jumlah pembeli cenderung menurun sejak harga cabai mengalami kenaikan.
Sementara itu, cabai kering saat ini dijual sekitar Rp75 ribu per kilogram. Meski harganya relatif tinggi, konsumen cabai kering dan cabai segar disebut memiliki pelanggan masing-masing. “Yang biasa kering, kering. Yang biasa basah, basah,” ujarnya.
2. Harga sayuran ikut terkerek
Dampak kemarau tak hanya dirasakan pada komoditas cabai. Sejumlah sayuran di Pasar Sayur Magetan juga mengalami kenaikan harga. Pedagang lainnya, Warmi, mengatakan harga labu siam kini sekitar Rp8 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp5 ribu-Rp6 ribu. Tomat naik dari sekitar Rp5 ribu menjadi Rp7 ribu per kilogram.
Sementara harga kubis yang sebelumnya sekitar Rp5 ribu kini mencapai Rp7 ribu per kilogram. “Karena musim kemarau ini agak susah untuk panen,” jelas Warmi.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut mulai terasa sekitar empat hari terakhir. Selain berkurangnya pasokan, kondisi kemarau membuat petani lebih sulit melakukan proses produksi dan panen. Meski demikian, permintaan konsumen rumah tangga masih relatif normal. Berbeda dengan pembeli yang membeli sayuran untuk dijual kembali yang mulai mengeluhkan kenaikan harga karena dapat mengurangi margin keuntungan.
3. Cabai naik, warga tetap beli
Kenaikan harga cabai turut dirasakan konsumen. Jeni Imanta Putri, salah seorang pembeli, mengaku harga cabai yang dibelinya kini lebih mahal dibandingkan sebelumnya. Untuk seperempat kilogram cabai, ia kini harus membayar sekitar Rp18 ribu. Padahal sebelumnya dengan jumlah yang sama hanya sekitar Rp14 ribu.
“Lumayan ada kenaikan. Walaupun naik, tetap beli segitu,” kata Jeni.
Cabai tetap dibeli dalam jumlah yang sama karena menjadi kebutuhan dapur sehari-hari, termasuk untuk membuat sambal. Jeni berharap harga cabai dan sayuran kembali normal sehingga kenaikan tersebut tidak semakin membebani pengeluaran masyarakat.
“Harapannya semaksimal mungkin agak turun sedikit, normal seperti biasanya,” ujarnya.
Pedagang pun berharap pasokan dari petani segera kembali normal. Jika produksi dan distribusi membaik, harga cabai serta sayuran di pasar diharapkan kembali stabil.
Curated For You
- Bawang Merah dan Cabai Melimpah, Jatim Deflasi 0,26 Persen pada Juli04 Aug 2026, 14:57 WIB