Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Arjuno-Welirang Merembet ke Kebun Warga
Pantauan karhutla di Situbondo. Dok. BPBD Jatim.
  • Karhutla masih terjadi di Arjuno-Welirang, Gunung Sigiran, dan Gunung Argopuro per 20 Oktober 2026; medan terjal serta akses terbatas menyulitkan penanganan.

  • Kebakaran Bromo membakar 75,37 hektare dan menewaskan lima orang, termasuk petugas TNBTS serta karyawan ArtHotel; satu korban masih dirawat di RSUD Dr. Soetomo.

  • Di Arjuno-Welirang, api bergerak ke selatan menuju Singosari dan merembet ke kebun warga di Pasuruan; tim gabungan membuat sekat bakar, memantau, dan melakukan pembasahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
13 Oktober 2026

Titik api di Gunung Sigiran, Mojokerto, mulai terpantau di lereng dan punggungan bukit yang sulit dijangkau petugas.

15 Oktober 2026

Kebakaran di sisi timur Mentigen, termasuk Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, mulai terpantau sekitar pukul 14.00 WIB. Angin kencang membuat api cepat meluas.

19 Oktober 2026

Munawi, 44 tahun, petugas TNBTS, meninggal dunia pada pukul 15.00 WIB sebagai korban terbaru kebakaran Bromo.

20 Oktober 2026

Hingga siang hari, titik api masih terpantau di Arjuno-Welirang, Gunung Sigiran, dan Gunung Argopuro. Kebakaran Bromo telah membakar 75,37 hektare; api di Bukit Kembang padam, tetapi asap masih terlihat di Penanjakan.

kini

Api di Gunung Ringgit, Arjuno-Welirang, masih terpantau dan telah merembet ke perkebunan warga di Petungombo. Tim gabungan membuat sekat bakar serta melakukan pembasahan dan pemantauan; luas dampak kebakaran Gunung Sigiran masih didata.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan masih berlangsung di Arjuno-Welirang, Gunung Sigiran, dan Gunung Argopuro. Api di Gunung Ringgit, Arjuno-Welirang, dilaporkan merembet ke perkebunan warga di Petungombo, Desa Tambaksari.
  • Who?
    BPBD Jatim, BPBD kabupaten, Tahura Raden Soerjo, Perhutani, TNI-Polri, relawan, pengelola hutan, dan masyarakat terlibat pemantauan serta penanganan. Lima orang meninggal dalam kebakaran Bromo, sementara Suraji dirawat.
  • Where?
    Titik api berada di Gunung Ringgit, Kecamatan Prigen, Pasuruan; Gunung Sigiran, Desa Begaganlimo, Mojokerto; dan Gunung Argopuro di Tamankursi, Sumbermalang, Situbondo. Kebakaran Bromo terjadi di Bukit Kembang, Lumbang, Probolinggo.
  • When?
    Hingga Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB, sejumlah titik api masih terpantau. Kebakaran Bromo terpantau sejak 15 Oktober 2026, sedangkan api di Gunung Sigiran sejak 13 Oktober 2026.
  • Why?
    Angin kencang disebut membuat api di kawasan Bromo cepat meluas. Penyebab kebakaran pada titik-titik lain per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Tim gabungan melakukan pemantauan, pembasahan di lokasi yang dapat dijangkau, serta membuat sekat bakar di Puncak Cemoro Mencil dan Puncak Limas. Pemantauan Argopuro dilakukan dari jauh karena medan terjal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api hutan masih ada di Arjuno-Welirang, Gunung Sigiran, dan Gunung Argopuro. Api di Arjuno-Welirang sudah masuk ke kebun warga. Petugas BPBD, polisi, tentara, dan relawan membuat batas supaya api tidak jalan jauh. Di Bromo, api sudah padam, tapi lima orang meninggal dan satu orang masih dirawat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah medan sulit dan titik api yang masih aktif, koordinasi BPBD, pengelola hutan, aparat, relawan, serta masyarakat menunjukkan respons bersama yang berkelanjutan. Pemadaman di Bukit Kembang, pembasahan area berasap, pemantauan intensif, dan pembuatan sekat bakar mencerminkan upaya nyata untuk membatasi perambatan api dan melindungi kawasan sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepung sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur (Jatim). Hingga Selasa (20/10/2026) siang, titik api masih terpantau di kawasan Arjuno-Welirang, Gunung Sigiran di Mojokerto, serta Gunung Argopuro di Situbondo.

Berdasarkan laporan perkembangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim per pukul 12.00 WIB, kebakaran di kawasan Bromo menjadi salah satu insiden paling mematikan. Luas area yang terbakar mencapai 75,37 hektare, meski angka tersebut masih dapat berubah seiring pendataan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa api di kawasan Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, telah padam. Namun, kepulan asap masih terpantau di wilayah Penanjakan sehingga tim gabungan terus melakukan pembasahan dan pemantauan.

Kebakaran yang mulai terpantau pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB itu dipicu kondisi angin kencang yang membuat api cepat meluas. Titik kebakaran berada di kawasan sisi timur Mentigen, termasuk Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker.

Lima korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut terdiri dari petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan karyawan ArtHotel. Sementara satu korban lainnya, Suraji, 40, karyawan ArtHotel, masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

"Korban meninggal terbaru adalah Munawi, 44, petugas TNBTS, yang dilaporkan meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) pukul 15.00 WIB. Hingga laporan tersebut disusun, tiga korban meninggal telah menerima santunan, sedangkan dua lainnya belum menerima santunan," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (20/10/2026).

Meski kebakaran di titik tersebut telah padam, ancaman karhutla belum berakhir. Di kawasan Arjuno-Welirang, tepatnya Gunung Ringgit, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, titik api masih terpantau di Puncak Cemoro Mencil dan Puncak Limas.

Bahkan, pergerakan api dilaporkan mengarah ke selatan menuju wilayah Singosari, Kabupaten Malang. Di Petungombo, Desa Tambaksari, Kabupaten Pasuruan, api juga telah merembet ke area perkebunan milik warga.

"Tim gabungan kini membuat sekat bakar atau ilaran di Puncak Cemoro Mencil dan Puncak Limas untuk menahan perambatan api. BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Pasuruan, Tahura Raden Soerjo, Perhutani, relawan, dan unsur terkait juga melanjutkan pemantauan di lokasi," kata Satriyo.

Ancaman serupa masih terjadi di Gunung Sigiran, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Titik api yang terpantau sejak Selasa (13/10/2026) masih berada di lereng dan punggungan bukit yang sulit dijangkau petugas.

Hasil pemantauan pada Selasa menunjukkan arah pergerakan api mengarah ke wilayah Mojokerto dari kawasan perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto. Kebakaran tersebut membakar vegetasi berupa ilalang, rumpun bambu, dan semak belukar. Hingga kini, luas area terdampak masih dalam pendataan dan belum ada laporan korban jiwa.

Sementara itu, titik api juga masih terpantau di kawasan Gunung Argopuro, wilayah Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Lokasi kebakaran berada sekitar 15–20 kilometer dari permukiman warga. Tim gabungan melakukan pemantauan dari jarak jauh karena medan yang terjal dan sulit dijangkau.

Karhutla di kawasan tersebut berdampak pada vegetasi berupa rumput, semak, dan cemara gunung. Luas area yang terbakar masih dalam pendataan, sementara belum ada laporan korban jiwa.

BPBD Jatim bersama BPBD kabupaten, pengelola kawasan hutan, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan titik api. Cuaca cerah berawan yang terpantau di sejumlah lokasi belum membuat seluruh titik kebakaran dapat ditangani, terutama di kawasan dengan medan terjal dan akses terbatas.

"Petugas masih memprioritaskan pemantauan, pembasahan di area yang memungkinkan, serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah api meluas. Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau mengikuti informasi dan arahan petugas setempat," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article