Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mengepung sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur (Jatim). Hingga Selasa (20/10/2026) siang, titik api masih terpantau di kawasan Arjuno-Welirang, Gunung Sigiran di Mojokerto, serta Gunung Argopuro di Situbondo.
Berdasarkan laporan perkembangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim per pukul 12.00 WIB, kebakaran di kawasan Bromo menjadi salah satu insiden paling mematikan. Luas area yang terbakar mencapai 75,37 hektare, meski angka tersebut masih dapat berubah seiring pendataan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno menyampaikan bahwa api di kawasan Bukit Kembang, Desa Pucuk Sari, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, telah padam. Namun, kepulan asap masih terpantau di wilayah Penanjakan sehingga tim gabungan terus melakukan pembasahan dan pemantauan.
Kebakaran yang mulai terpantau pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 14.00 WIB itu dipicu kondisi angin kencang yang membuat api cepat meluas. Titik kebakaran berada di kawasan sisi timur Mentigen, termasuk Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker.
Lima korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut terdiri dari petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan karyawan ArtHotel. Sementara satu korban lainnya, Suraji, 40, karyawan ArtHotel, masih menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
"Korban meninggal terbaru adalah Munawi, 44, petugas TNBTS, yang dilaporkan meninggal dunia pada Senin (19/10/2026) pukul 15.00 WIB. Hingga laporan tersebut disusun, tiga korban meninggal telah menerima santunan, sedangkan dua lainnya belum menerima santunan," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (20/10/2026).
Meski kebakaran di titik tersebut telah padam, ancaman karhutla belum berakhir. Di kawasan Arjuno-Welirang, tepatnya Gunung Ringgit, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, titik api masih terpantau di Puncak Cemoro Mencil dan Puncak Limas.
Bahkan, pergerakan api dilaporkan mengarah ke selatan menuju wilayah Singosari, Kabupaten Malang. Di Petungombo, Desa Tambaksari, Kabupaten Pasuruan, api juga telah merembet ke area perkebunan milik warga.
"Tim gabungan kini membuat sekat bakar atau ilaran di Puncak Cemoro Mencil dan Puncak Limas untuk menahan perambatan api. BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Pasuruan, Tahura Raden Soerjo, Perhutani, relawan, dan unsur terkait juga melanjutkan pemantauan di lokasi," kata Satriyo.
Ancaman serupa masih terjadi di Gunung Sigiran, Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Titik api yang terpantau sejak Selasa (13/10/2026) masih berada di lereng dan punggungan bukit yang sulit dijangkau petugas.
Hasil pemantauan pada Selasa menunjukkan arah pergerakan api mengarah ke wilayah Mojokerto dari kawasan perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto. Kebakaran tersebut membakar vegetasi berupa ilalang, rumpun bambu, dan semak belukar. Hingga kini, luas area terdampak masih dalam pendataan dan belum ada laporan korban jiwa.
Sementara itu, titik api juga masih terpantau di kawasan Gunung Argopuro, wilayah Tamankursi, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo. Lokasi kebakaran berada sekitar 15–20 kilometer dari permukiman warga. Tim gabungan melakukan pemantauan dari jarak jauh karena medan yang terjal dan sulit dijangkau.
Karhutla di kawasan tersebut berdampak pada vegetasi berupa rumput, semak, dan cemara gunung. Luas area yang terbakar masih dalam pendataan, sementara belum ada laporan korban jiwa.
BPBD Jatim bersama BPBD kabupaten, pengelola kawasan hutan, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan titik api. Cuaca cerah berawan yang terpantau di sejumlah lokasi belum membuat seluruh titik kebakaran dapat ditangani, terutama di kawasan dengan medan terjal dan akses terbatas.
"Petugas masih memprioritaskan pemantauan, pembasahan di area yang memungkinkan, serta pembuatan sekat bakar untuk mencegah api meluas. Masyarakat di sekitar kawasan terdampak diimbau mengikuti informasi dan arahan petugas setempat," pungkasnya.
