Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapal Virgo Transport 8 yang Kecelakaan Berusia Nyaris 40 Tahun
Kapal Virgo Transport 8 (Dok. vesselfinder.com)
  • Virgo Transport 8, kapal penumpang dan pengangkut kendaraan berbendera Indonesia, dibangun pada 1987 di Jepang sehingga berusia sekitar 39 tahun saat beroperasi di Indonesia.
  • Kapal eks Ferry Kurushima ini melayani rute Surabaya-Banjarmasin dan berangkat pada 12 September 2026 menuju Banjarmasin, dengan kapasitas hingga 756 penumpang serta membawa 89 kendaraan.
  • Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak meminta publik tidak menyimpulkan kelayakan kapal dari usia saja; penanganan korban diprioritaskan sambil menunggu pemeriksaan otoritas terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1987

Virgo Transport 8 dibangun oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari, Jepang, dengan nama Ferry Kurushima. Kapal awalnya melayani pelayaran di Jepang.

30 Juni 2025

Kapal tercatat terakhir melayani rute Kokura-Matsuyama di Jepang.

2026

Virgo Transport 8 mulai digunakan di Indonesia dan melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Usianya telah mendekati empat dekade.

12 September 2026

Kapal bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sekitar pukul 10.13 WIB dalam perjalanan terakhir sebelum insiden.

saat ini

Pemerintah daerah memprioritaskan penanganan dan pencarian korban. Aspek teknis serta kelayakan kapal akan ditelaah oleh otoritas terkait.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan saat pelayaran Surabaya-Banjarmasin; usia kapal yang dibangun pada 1987 menjadi sorotan keluarga kru dan publik.
  • Who?
    Virgo Transport 8, para kru dan korban, keluarga kru bernama Fredy, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta otoritas pelabuhan dan instansi berwenang terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Kapal beroperasi di perairan Indonesia pada rute Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin. Lokasi tepat kecelakaan per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Kapal berangkat dari Surabaya pada Sabtu, 12 September 2026, sekitar pukul 10.13 WIB. Kapal mulai digunakan di Indonesia pada 2026 setelah sebelumnya beroperasi di Jepang.
  • Why?
    Penyebab kecelakaan hingga saat ini belum ada kepastian. Usia kapal yang mendekati 40 tahun menjadi perhatian, namun kelayakan dan aspek keselamatannya masih menunggu pemeriksaan otoritas.
  • How?
    Pemerintah daerah memprioritaskan penanganan dan pencarian korban. Otoritas pelabuhan serta instansi berwenang akan menelaah kondisi teknis, kelayakan kapal, dan keselamatan pelayaran secara menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Virgo Transport 8 kecelakaan dan kapal ini disebut sudah tua. Kapal itu dibuat tahun 1987 di Jepang, jadi umurnya hampir 40 tahun. Kapal membawa orang dan kendaraan dari Surabaya ke Banjarmasin. Sekarang pemerintah fokus mencari dan menolong korban. Mereka belum bilang kapal tidak layak, karena masih harus diperiksa dulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah sorotan terhadap usia Virgo Transport 8, respons pemerintah daerah menunjukkan kehati-hatian yang penting: kelayakan dan keselamatan tidak dinilai hanya dari satu faktor, melainkan menunggu penelaahan otoritas berwenang. Prioritas pada korban, disertai harapan adanya pemeriksaan menyeluruh dan penjelasan teknis, mencerminkan pendekatan yang berfokus pada kepastian serta akuntabilitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Sorotan terhadap kecelakaan Virgo Transport 8 mengarah pada usia kapal yang disebut keluarga kru sebagai kapal tua. Kapal penumpang sekaligus pengangkut kendaraan itu diketahui dibangun pada 1987 dan telah berusia sekitar 39 tahun saat beroperasi di perairan Indonesia.

Fredy, keluarga salah satu kru kapal, menyebut penggunaan kapal yang sudah berusia tua menjadi bagian dari persoalan yang patut diperhatikan. “Ya nasib itu kapal tua masih dipakai,” ujarnya.

Berdasarkan data pelacakan kapal yang tercantum di MarineTraffic dan VesselFinder, Virgo Transport 8 merupakan jenis Passenger/Ro-Ro Cargo Ship. Kapal jenis roll-on/roll-off (Ro-Ro) memungkinkan kendaraan keluar-masuk kapal dengan berjalan sendiri.

Virgo Transport 8 memiliki nomor IMO 8625179 dan MMSI 525110543. Kapal berbendera Indonesia tersebut memiliki panjang sekitar 119 meter, lebar sekitar 21 meter, serta gross tonnage (GT) sekitar 4.277 ton.

Kapal tersebut dibangun pada 1987 oleh Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari, Jepang. Saat pertama kali dibangun, kapal itu bernama Ferry Kurushima dan digunakan untuk melayani pelayaran di Jepang.

Riwayat operasional kapal kemudian berlanjut selama puluhan tahun sebelum berpindah untuk digunakan di Indonesia. Kapal tercatat terakhir melayani rute Kokura-Matsuyama di Jepang pada 30 Juni 2025. Ketika mulai digunakan di Indonesia pada 2026, usia Virgo Transport 8 telah mendekati empat dekade.

Kapal tersebut kemudian beroperasi di Indonesia dengan melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Pada perjalanan terakhir sebelum insiden, kapal bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 10.13 WIB dengan tujuan Banjarmasin.

Data pelacakan kapal juga mencatat kapasitas Virgo Transport 8 dapat mencapai 756 penumpang. Dalam pelayaran terakhir sebelum kecelakaan, kapal tercatat membawa 89 unit kendaraan.

Meski usia kapal menjadi sorotan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta publik tidak buru-buru menarik kesimpulan terkait kelayakan kapal hanya berdasarkan usia.

Saat ditanya mengenai kapal-kapal yang telah berusia tua, Emil memilih menyerahkan persoalan teknis kepada otoritas yang memiliki kewenangan. “Kalau saya tidak berani bicara tanpa data. Ini tentu sesuatu yang perlu penelaahan mendalam oleh otoritas yang terkait,” kata Emil.

Menurut Emil, pemerintah daerah saat ini masih memprioritaskan penanganan dan pencarian korban. Sementara persoalan teknis terkait kapal, termasuk kelayakan dan aspek keselamatan pelayaran, dinilai harus dijelaskan oleh otoritas terkait.

“Fokus kita saat ini adalah kepada segenap korban,” ujarnya.

Emil meyakini otoritas pelabuhan dan instansi berwenang akan memberikan penjelasan mengenai aspek teknis kapal kepada masyarakat setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Saya yakin otoritas pelabuhan tentu akan menjawab hal-hal terkait teknis yang penting untuk diketahui oleh masyarakat,” tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article