Perajin menuangkan gula pasir ke dalam baskom sebagai bahan baku pembuatan madumongso di Mojo, Kediri, Jawa Timur, Senin (11/5/2020). Semenjak merebaknya COVID-19, sejumlah pelaku UMKM makanan mengeluhkan kenaikan harga gula pasir dari sebelumnya Rp12 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram sehingga terpaksa menaikkan harga jual produknya untuk mengimbangi biaya produksi dengan risiko berkurangnya pelanggan. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/wsj.
Sementara itu, GubernurJatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, posisi pasokan gula di Jatim aman hingga awal Mei. Namun, menurutnya tetap harus dilakukan sinergi gula Indonesia. Diharapkan sinkronisasi bisa memberikan proteksi kepada petani tebu.
Perlindungan kepada petani tebu ini sangat diperlukan agar tidak terjadi penggilingan bahan mentah gula impor, ketika petani lokal sedang panen. "Itu harus dimanage dengan baik karena 95 persen yang petani dari masyarakat itu ya harus terproteksi," jelasnya.
Proteksi ini, bertujuan untuk menjaga pasokan gula di Jatim tetap aman, karena jangan sampai surplus pasokan ini dibawa keluar daerah. "PTPN bilang punya 60.000 ton, kebutuhan kita 37.500 ton. ya ini jangan dibawa keluar, ini adalah untuk persiapan masyarakat Jatim," tegasnya.