Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jatim Bidik Investor, 6 Sektor Siap Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Surabaya. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Jawa Timur menyiapkan enam sektor strategis untuk menarik investasi: manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta industri berkelanjutan bernilai tambah.

  • BI Jatim menilai pasar domestik besar, basis manufaktur beragam, sumber daya alam, infrastruktur, dan konektivitas menjadi modal daerah menangkap peluang investasi global.

  • EJIF 2026 mempertemukan investor dengan proyek siap ditawarkan melalui presentasi, business matching, pertemuan pemilik proyek, dan kunjungan lokasi untuk mendorong realisasi investasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Peluang investasi Jawa Timur dikonkretkan melalui East Java Investment Forum (EJIF) 2026. Forum mempertemukan calon investor dengan proyek siap ditawarkan.

1 Oktober 2026

BI Jatim menyatakan enam sektor strategis disiapkan untuk menarik investasi dan memperkuat ekonomi daerah, termasuk manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta industri berkelanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Jawa Timur menyiapkan enam sektor strategis untuk menarik investasi dan memperkuat ekonomi daerah melalui East Java Investment Forum (EJIF) 2026.
  • Who?
    Pemerintah, calon investor, kamar dagang, lembaga pemerintah, pemilik proyek, serta Bank Indonesia Jawa Timur melalui Deputi Kepala Perwakilan Rifki Ismal terlibat dalam agenda investasi ini.
  • Where?
    Program investasi berfokus di Jawa Timur, dengan forum EJIF 2026 mempertemukan investor dan proyek-proyek investasi yang disiapkan di wilayah tersebut.
  • When?
    Rifki Ismal menyampaikan penyiapan enam sektor investasi tersebut pada Kamis, 1 Oktober 2026. Peluang investasi dikonkretkan melalui EJIF 2026.
  • Why?
    Jawa Timur membidik investasi untuk memanfaatkan pasar domestik, basis manufaktur, sumber daya alam, infrastruktur, dan konektivitas, sekaligus memperkuat rantai pasok serta nilai tambah ekonomi daerah.
  • How?
    Enam sektor ditawarkan melalui proyek IPRO, presentasi proyek, diskusi strategis, business matching, pertemuan investor dengan pemilik proyek, dan kunjungan ke lokasi proyek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jawa Timur ingin mengajak orang menanam uang untuk membangun enam bidang. Ada pabrik, usaha hasil tani, wisata, jalan dan bangunan, kawasan pabrik, serta usaha yang lebih ramah alam. Pak Rifki dari BI Jatim bilang daerah ini punya pasar besar dan banyak jalan penghubung. Sekarang ada EJIF 2026 untuk mempertemukan calon penanam uang dengan proyek siap dibuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pendekatan Jawa Timur dalam menyiapkan proyek siap tawar dan mempertemukan investor dengan pemilik proyek menunjukkan upaya investasi yang lebih terarah. Didukung pasar domestik, konektivitas, serta basis industri yang beragam, fokus pada nilai tambah, rantai pasok, dan efisiensi sumber daya membuka ruang bagi aktivitas ekonomi yang lebih terhubung di berbagai sektor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Jawa Timur (Jatim) tak ingin sekadar menjadi pasar di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Enam sektor strategis disiapkan untuk menarik investasi sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah, mulai dari manufaktur hingga industri berkelanjutan.

Enam sektor tersebut meliputi manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta industri berkelanjutan dan bernilai tambah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Rifki Ismal mengatakan, Jatim memiliki sejumlah modal ekonomi untuk menangkap peluang investasi di tengah perubahan peta ekonomi global.

Jatim ditopang pasar domestik yang besar, basis manufaktur yang beragam, sumber daya alam, infrastruktur, serta konektivitas yang menghubungkan daerah tersebut dengan berbagai pasar.

“Enam sektor yang menjadi sorotan yakni manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta industri berkelanjutan dan bernilai tambah lainnya,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Rifki menambahkan, manufaktur menjadi salah satu sektor penting karena Jatim telah memiliki basis industri yang relatif beragam. Penguatan sektor ini diarahkan tidak hanya pada penambahan kapasitas produksi, tetapi juga peningkatan nilai tambah.

Peluang serupa terdapat pada agroindustri. Komoditas pertanian yang selama ini menjadi bahan mentah memiliki ruang untuk dikembangkan melalui proses pengolahan sehingga menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Dengan pendekatan tersebut, investasi tidak berhenti pada masuknya modal, tetapi dapat memperkuat rantai pasok dan struktur ekonomi daerah.

Sementara itu, sektor pariwisata menjadi salah satu ruang investasi yang dapat dikembangkan melalui destinasi sekaligus infrastruktur pendukung. Investasi pada sektor tersebut diharapkan memperkuat aktivitas ekonomi yang muncul di sekitar kawasan wisata.

Adapun infrastruktur dan kawasan industri menjadi bagian penting untuk menciptakan ekosistem investasi. Infrastruktur yang memadai dapat memperkuat konektivitas, sementara kawasan industri memberikan ruang bagi kegiatan produksi dan rantai pasok untuk berkembang.

“Investasi berkelanjutan menjadi bagian penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap industri yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan efisiensi sumber daya,” katanya.

Rifki menilai peluang investasi di Jatim semakin relevan dengan kondisi ekonomi nasional yang masih ditopang permintaan domestik, investasi, hilirisasi industri, dan pembangunan infrastruktur.

Jatim, kata dia, memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut karena ditopang pasar domestik yang besar serta konektivitas yang mendukung perdagangan dan aktivitas industri.

“Jatim memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut karena mempunyai pasar domestik besar dan konektivitas yang mendukung aktivitas perdagangan serta industri,” katanya.

Peluang tersebut kemudian dikonkretkan melalui East Java Investment Forum (EJIF) 2026. Forum ini tidak hanya menjadi ruang promosi investasi, tetapi juga mempertemukan calon investor dengan proyek yang telah disiapkan.

Sejumlah Investment Projects Ready to Offer (IPRO) ditampilkan sebagai proyek yang siap ditawarkan kepada investor. Dengan demikian, calon investor tidak hanya mendapatkan gambaran mengenai potensi ekonomi Jatim, tetapi juga dapat melihat proyek yang telah dipersiapkan untuk ditindaklanjuti.

Agenda EJIF 2026 mencakup presentasi proyek, diskusi strategis, business matching, pertemuan langsung investor dengan pemilik proyek, hingga kunjungan ke lokasi proyek.

Pola tersebut diarahkan untuk mempertemukan investor dengan kamar dagang, lembaga pemerintah, serta pemilik proyek. Harapannya, promosi investasi tidak berhenti pada forum dan presentasi, tetapi berlanjut menjadi pembicaraan bisnis dan realisasi proyek.

Curated For You

Editorial Team

Related Article