Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jalan di Surabaya Dikeluhkan Warga, Eri: Yang Lubang Ditambal

Jalan di Surabaya Dikeluhkan Warga, Eri: Yang Lubang Ditambal
Jalan penuh tambahan di jalan Jagir Wonokromo Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana).
Share Article

Surabaya, IDN Times - Sebagai kota besar kedua di Indonesia, orang pasti akan berpikir bahwa jalan di Kota Surabaya akan baik-baik saja. Memang benar, tak ada jalan rusak di Surabaya, yang ada hanya jalan penuh tambalan. Jalanan penuh tambalan tersebut dikeluhkan warga. 

1. Warga mengeluhkan jalan bergelombang tidak rata

Jalan penuh tambahan di jalan Jagir Wonokromo Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana).
Jalan penuh tambahan di jalan Jagir Wonokromo Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana).

Berdasarkan pantauan IDN Times di lapangan, salah satu ruas jalan di Surabaya mulai jalan Jagir Wonokromo hingga jalan Panjang Jiwo misalnya, ada puluhan tambalan aspal. Kondisi ini menyebabkan jalan tersebut tak rata dan membuat perjalanan menjadi tidak nyaman. Kendaraan akan terasa berguncang saat melintas. 

Salah satu driver ojek online, Agus juga merasakan jalan yang tak rata ini. Menurutnya, jalan penuh tambalan tersebut memang tidak mengganggu perjalanan, namun tentu itu membuatnya tidak nyaman.

"Tapi nang kene dalan Jagir Wonokromo paling akeh tembelane (tapi di sini jalan Panjang Jiwo paling banyak tambalannya), penginnya jalan di aspal semua," ungkap dia. 

Bukan cuma Agus, pedagang Es Legen, Dasmiran juga merasakan ketidaknyamanan jalan penuh tambalan tersebut. Ia sudah 30 tahun lebih ia mangkal di sepanjang jalan Jagir Wonokromo. 

"Semuanya pemakai jalan jelas berpengaruh terhadap banyak tambalan. Surabaya sendiri kenapa seperti ini. Dulu yang namanya kota jadi percontohan bagi kota lainnya," ungkap Dasmiran. 

Dasmiran lantas membandingkan kondisi jalan Jagir Wonokromo dengan jalan di Kabupaten lain yang lebih mulus. 

"Di daerah (kabupaten)  jalannya mulus-mulus di kotanya. Apalagi daerah Tuban, Lamongan banyak yang mulus, dulu parah, sekarang banyak kemajuan," ungkapnya. 

Dasmiran menyebut, dulu kerusakan jalan di daerah tersebut bila sudah banyak tembalan, akan langsung dilakukan pengaspalan sepanjang separuh ruas jalan. Kemudian sisa separuh jalan lainnya akan ditembal di lain waktu. 

2. Pemkot klaim tak ada jalan rusak

Jalan penuh tambahan di jalan Jagir Wonokromo Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana).
Jalan penuh tambahan di jalan Jagir Wonokromo Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana).

Terpisah, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengklaim tak ada jalan rusak di wilayahnya. Sejauh ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah melakukan penambalan jalan, ketika ada yang berlubang atau membahayakan pengendara. 

"Jalan rusak di Surabaya dari dulu nggak ada, kalau bolong (berlubang), iya. Semuanya sudah saya sampaikan ke Whatsapp grup Forum Komunikasi (Forkom) kelurahan dan kecamatan," katanya. 

3. Pengaspalan jalan menyeluruh tak jadi prioritas

Jalan penuh tambahan di jalan Jagir Wonokromo Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana).
Jalan penuh tambahan di jalan Jagir Wonokromo Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana).

Eri menyebutkan, pemkot tidak bisa jika harus melakukan penambalan jalan yang berlubang secara keseluruhan. Hal tersebut dikarenakan pemkot memiliki skala prioritas yang harus utamakan. 

"Jadi, nggak bisa kalau harus diaspal mulai ujung sampai ke ujung, tapi kita melakukan penambalan. Nanti dilihat, penambalannya bagus atau tidak," ungkap dia. 

Skala prioritas Pemkot Surabaya adalah penanganan banjir, warga miskin, stunting, gizi buruk, anak putus sekolah dan sebagainya. Sedangkan untuk jalan, skala prioritasnya yakni melakukan penambalan yang berlubang. 

Jalan di Surabaya tidak bisa dipukul rata dilakukan pengaspalan secara keseluruhan jika ada yang berlubang. Karena jalanan di Kota Pahlawan terdiri dari jalan nasional, provinsi, dan ada yang milik pengembang.

"Seperti Jalan Osowilangun depannya Romokalisari Adventure Land, itu kalau warga nggak tahu, dikira jalannya Surabaya, padahal itu jalan nasional. Saya juga nggak mungkin membangun jalan nasional, jalan di Surabaya saja masih banyak yang harus diperbaiki," terangnya. 

Pemkot Surabaya melalui DSDABM telah berkirim surat ke Pemerintah Provinsi untuk diteruskan ke pusat, memohon perbaikan jalan nasional mana yang perlu dibenahi. Sedangkan jalan yang menjadi kewenangan pemkot akan diperbaiki sendiri. 

"Artinya, jalan di Kota Surabaya sejauh ini tidak ada yang rusak, kalau berlubang pasti segera kita tambal. Kalau ada yang bilang harus diaspal semuanya, duite sopo, PAD-ne sopo (uangnya siapa, PAD-nya siapa?) karena kita punya skala prioritas, bisa kita aspal semua, tapi warga miskin di Surabaya bagaimana?" tandasnya. 

Share Article
Curated For You

Jalan Utama Pariwisata Malang Selatan Rusak, Pengendara Frustasi!

08 Mei 2023, 12:55 WIBNews
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More